Dark/Light Mode

Anak Muda Lebih Pilih Anies Dan Ganjar

Prabowo Capresnya Orang Tua

Senin, 22 Maret 2021 06:25 WIB
Prabowo Subianto. (Foto: Setkab RI)
Prabowo Subianto. (Foto: Setkab RI)

 Sebelumnya 
Pegamat politik Universitas Parahyangan Bandung, Prof Asep Warlan Yusuf menilai, setidaknya ada tiga alasan kenapa Prabowo di kalangan anak muda tidak begitu bagus tingkat keterpilihannya. Pertama, prestasinya kurang mencolok.

Menurutnya, anak muda itu ingin capres yang membawa perubahan secara signifikan. Sedangkan orang tua secara kompetisi sudah menurun daya saingnya. Sementara yang muda daya saingnya lebih kompetitif.

“Makanya pemimpin yang dipilih anak muda adalah pemimpin alternatif seperti Anies, Ganjar, dan Ridwan Kamil,” kata Asep, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Baca juga : Susi Maunya Berondong

Kedua, Anies, Ganjar dan Emil terlihat lebih memiliki komitmen terhadap anak muda dibanding Prabowo. Anies dan Ganjar memiliki kepedulian dan komunikasi yang intens terhadap Generasi Z. Sementara Prabowo hanya lebih terlihat basa-basi bagi kalangan anak muda. Seperti bagaimana Jokowi memilih Stafsus milenial tapi ternyata tak berguna sama sekali.

“Ini mungkin yang menjadi faktor penyebab kenapa Prabowo tidak banyak diminati oleh anak muda. Kalangan muda justru lebih menyukai pemimpin muda seperti Anies dan Ganjar karena dianggap menjadi alternatif,” paparnya.

Hanya saja, kata Asep, politik selalu memiliki kejutan di detik-detik akhir. Ada banyak hal yang menentukan ketimbang soal elektabilitas. Yaitu soal dukungan. Meski Anies dan Ridwan Kamil disukai, tapi keduanya tak memiliki partai. Sementara Prabowo memiliki partai dan masih disukai generasi orang tua.

Baca juga : Myanmar Tahan Lebih Dari 1.700 Penentang Kudeta

“Belajar dari pilpres sebelumnya, pilihan orang tua yang akhirnya menentukan. Dan, Pak Prabowo masih disukai generasi orang tua itu,” jelasnya.

Asep mencontohkan, di pilpres 2019, muncul nama Kiai Ma’ruf Amin yang sebelumnya sama sekali tidak diperhitungkan. Di pilpres 2014 dan 2009, ada nama Jusuf Kalla dan Boediono. “Dari tiga pilpres itu selalu ada kejutan di last minute,” pungkasnya.

Di dunia maya, capres tua dan capres muda ini menjadi perhatian serius. “Emang 2024 pak Prabowo mau ngapain?? Nyalon presiden lagi??” tanya akun @ikihendrie13. “Capres abadi, udah tua bangke,” balas akun @irfanz777. “Ya iyalah... gw aja yang udah tua pilih yang muda. Kan lebih seger,” timpal akun @RAMujiono.

Baca juga : Demokrasi Bisa Jalan Mundur

Akun @AninHidayat6 menilai, harusnya Prabowo mau memberikan kesempatan pada generasi muda untuk maju sebagai capres. “Alangkah baiknya istirahat dulu. Support dari belakang layar saja secara pikiran. Kasih kesempatan untuk yang muda, baik itu pak @aniesbaswedan, pak @ganjarpranowo, pak @ridwankamil atau pun yang lainnya. Jiwa muda dan enegeri baru,” ujarnya. “Pilihan anak muda emang bagus-bagus, sayang yang menentukan siapa yang bisa jadi capres justru orang-orang tua,” timpal akun @novan_h. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.