Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
KPK Terus Dalami Aliran Duit Fee Proyek Bansos Ke Dirjen Linjamsos Pepen Nazaruddin
Jumat, 26 Maret 2021 16:46 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan adanya aliran uang fee proyek bantuan sosial (bansos) ke Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kementerian Sosial (Kemensos) Pepen Nazaruddin.
Hal ini didalami penyidik komisi antirasuah saat menggarap Pepen pada Kamis (25/3). Pepen diperiksa sebagai saksi bagi tersangka Matheus Joko Santoso, eks Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek bansos di Kemensos.
Baca juga : KPK Perpanjang Masa Penahanan Eks PPK Proyek Bansos Kemensos
"Masih terus didalami dugaan aliran uang yang diterima dari tersangka MJS (Matheus) terkait fee pengadaan Bansos untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020 di Kemensos RI," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Jumat (26/3).
Selain itu, didalami juga soal dugaan adanya aliran uang dari Matheus dan tersangka Adi Wahyono, eks Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) proyek bansos, kepada eks Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara.
Baca juga : Sekjen dan Dirjen Linjamsos Kemensos Akui Terima Sepeda Brompton
Hal ini juga didalami penyidik KPK dari tiga saksi yang merupakan pihak vendor pengadaan bansos. Ketiganya yakni Triana dari PT Indo Nufood Indonesia, Amelia Prayitno dari PT Cyber Teknologi Nusantara, dan Muhammad Rakyan Ikram, adik politisi PDIP Ihsan Yunus.
"Selain itu para saksi juga dikonfirmasi soal keikutsertaannya sebagai vendor dalam pelaksanaan pengadaan bansos," bebernya.
Baca juga : Penyidik KPK Dalami Perusahaan Yang Ditunjuk Khusus Jadi Vendor Proyek Bansos
Dalam kasus ini, mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara disebut menerima suap dari pengusaha Harry Van Sidabukke dan Ardian IM. Harry memberi suap sebesar Rp 1,28 miliar. Sedangkan Ardian memberi uang sejumlah Rp 1,95 miliar.
Menurut jaksa, uang tersebut diberikan terkait penunjukkan kedua pengusaha tersebut sebagai penyedia bansos Covid-19 pada Kemensos tahun 2020. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya