Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Produk Smooth Fluid Kilang Pertamina Dukung Capaian TKDN
- Wali Murid SMAN 70 Cenat Cenut Ditagih Rp 800 Ribu Untuk Donasi Kelulusan
- Bank DKI Salurkan KJP Plus Tahap I 2025 Kepada 707.622 Siswa Di Jakarta
- Tambah SPKLU, PLN Antisipasi Lonjakan Pemudik Kendaraan Listrik
- Pertamina Drilling Tekankan Keselamatan Kerja di Safari Ramadan 2025
Usik Kedamaian Bangsa, Gerindra Kecam Keras Aksi Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar
Minggu, 28 Maret 2021 15:23 WIB

RM.id Rakyat Merdeka - Partai Gerindra turut mengecam keras aksi bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), tadi pagi.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Ahmad Muzani menyebut aksi pengecut itu sebagai bentuk sikap intoleran atas keberagaman umat beragama.
"Aksi pengecut ini sangat kami sesalkan. Kami atas nama Partai Gerindra mengecam keras aksi teror para pelaku intoleran terhadap bangsa ini," tegasnya, dalam siaran pers, Minggu (28/3).
Baca juga : Kapolri Minta Masyarakat Tak Panik Pascaledakan Bom di Gereja Katedral Makassar
Muzani meminta aparat berwajib untuk segera mengungkap tuntas sekaligus menangkap para pelaku. Khususnya, otak dibalik teror bom bunuh diri.
Aparat juga diharapkan dapat lebih memperketat pengawasan, serta menjalankan langkah mitigasi, agar aksi teror serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
"Aparat berwajib harus segera turun tangan, usut tuntas dan tangkap pelaku serta otak dibalik aksi terorisme ini," tegas Muzani.
Baca juga : Polisi Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar Laki-laki
Dia juga meminta para pelaku yang berada di balik aksi teror ini diganjar dengan hukuman maksimal. "Sebab perbuatan mereka sudah menodai persatuan dan kesatuan NKRI yang sangat kita cintai," kecamnya.
Muzani menyampaikan belasungkawa terhadap para korban ledakan bom bunuh diri itu. Juga, terhadap umat Kristiani yang ibadahnya terganggu akibat peristiwa tersebut.
Pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda) diminta Muzani untuk segera melayani seluruh pengobatan para korban. Termasuk, pendampingan trauma healing bagi mereka yang menjadi saksi teror bom bunuh diri. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya