Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Survei SMRC: Rakyat Semakin Takut Bicara Politik
Virus Orde Baru Hidup Lagi? Amit-amit Deh...
Rabu, 7 April 2021 07:45 WIB
Sebelumnya
Penangkapan tak hanya terhadap aktivis tapi juga petani, dan buruh. YLBHI mencatat sepanjang 2020 ada 351 kasus pelanggaran hak dan kebebasan sipil yang terjadi. Ini adalah angka paling tinggi dalam sejarah.
Kasus tersebut didominasi oleh pelanggaran hak berekspresi dan menyatakan pendapat di muka umum. Korban penangkapan juga terjadi peningkatan. Sebanyak 4.510 orang terkait omnibus law. “Berbagai temuan ini, mengkonfirmasi semakin sempitnya ruang masyarakat sipil dan makin mundurnya demokrasi,” warning-nya.
Sosilog Tamrin Tomagola menilai, cara SMRC mengupas hasil survei tersebut lebih berat terhadap sisi politiknya. Dibanding sosial ekonomi. Misalnya, menghubungkan orang yang ketakutan bicara politik dengan melihat latar pemilih Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo atau terhadap kepuasan kepada pemerintah. Menurut dia, cara seperti ini bisa mendatangkan bias.
Baca juga : Guys, Virus Gayus Muncul Lagi Nih...
Direktur Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Wijayanto mengatakan, munculnya penanda kemunduran demokrasi ini harus jadi perhatian serius pemerintah. Dalam catatan LP3ES, demokrasi mengalami kemerosotan tajam dalam dalam lima tahun terakhir.
Macam-macam indikasinya. Mulai dari pembajakan lembaga-lembaga negara untuk tujuan kekuasaan, fokus pembangunan pada infrastruktur dan mengabaikan HAM, serta penggunaan cara non legal/kriminalisasi terhadap kelompok Islam.
Menurut dia, ini sudah menunjukkan gejala otoritarianisme seperti era Orde Baru. karena itu, agar kekuasaan yang diktator dan otoriter seperti Orde Baru tidak terjadi, diperlukan gerakan massif yang melibatkan semua elemen civil society untuk melakukan koreksi terhadap perjalanan pemerintahan saat ini.
Baca juga : Rebut Suara Sempalan, Partai Politik Baru Tebar Ancaman
“Inilah saatnya muncul generasi baru untuk melakukan koreksi total agar Indonesia tidak kembali ke era otoriter seperti masa Orde Baru,” kata Wijayanto.
Warganet pun ikutan berkomentar. Akun @tukang_gibahh mengaitkan dengan Orde Baru. “Karena orde paling baru,” cuitnya. “Sebenarnya ga penting ngomong politik. Rakyat nggak punya cita-cita jadi politikus juga.. yang lebih bener itu rakyat makin takut ngritik pemerintah,” ujar @septiadhiw.
Lalu bagaimana tanggapan Istana? Jubir Presiden, Fadjroel Rachman, belum mau berbicara soal hasil survei ini. “Saya belum mempelajarinya dengan seksama,” kata Fadjroel, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya