Dark/Light Mode

Uji Coba Sekolah Tatap Muka Di Jakarta Dimulai

Ada Yang Dukung, Ada Juga Yang Khawatir Kena Corona

Kamis, 8 April 2021 05:07 WIB
Siswa mengikuti uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMPN 1 Jekulo, Kudus, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO)
Siswa mengikuti uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMPN 1 Jekulo, Kudus, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO)

RM.id  Rakyat Merdeka - Proses uji coba sekolah tatap muka di Jakarta sejauh ini cukup berjalan baik. Protokol kesehatan (prokes) diterapkan ketat.

KOMINFOTIK_JT mengunggah meme yang mengungkap poin-poin yang harus dipatuhi selama uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) berlangsung. Di antaranya, jumlah siswa harus terbatas, pendidik dan tenaga kependidikan sudah divaksinasi.

“Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta berkolaborasi dengan berbagai pihak menyiapkan rencana pembelajaran tersebut, demi menjamin kesehatan dan keselamatan peserta didik,” ujar kominfotik_jt.

Berita Terkait : Jangan Ngaku Paling NKRI Deh Kalau Masih Lepas Masker Di Tempat Umum

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan, para siswa tampak antusias dengan dibukanya sekolah tatap muka. Terutama dalam mempelajari mata pelajaran di sekolah yang berbasis praktik.

“Memang dibutuhkan kehadiran siswa di sekolah untuk mempercepat dan memper­mudah pemahaman dari pembelajaran yang ada,” ujar Riza saat melakukan kunjungan ke SMKN 2 Jakarta, salah satu sekolah yang tengah melakukan uji coba PTM, kemarin.

Dalam pantauan Riza, sekolah juga mematuhi protokol kesehatan ketat yang telah diatur Pemprov DKI Jakarta. Yaitu, membatasi jumlah siswa di dalam kelas dan memberlakukan operasional sekolah hanya menjadi tiga hari dalam sepekan.

Berita Terkait : Pembukaan Sekolah Tidak Perlu Tunggu Juli

“Jadi memang kita batasi, jumlahnya juga tidak boleh lebih dari 50 persen di dalam kelas. Kemudian waktunya kita batasi, jamnya, harinya, semuanya sesuai dengan protokol kesehatan,” tutur Riza.

Sebelumnya, Riza mengatakan, PTM terbatas di sekolah akan diperluas bila pelaksanaan uji coba berhasil. “Kita akan mempertimbangkan untuk memperluas kembali,” kata Riza.

Dia mengklaim, pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka di sejumlah seko­lah di Jakarta telah mendapatkan dukungan pemerintah pusat.

Berita Terkait : Pilih Masker Yang Penuhi Standar Kesehatan, Tak Usah Gaya-gayaan

“Tapi sekali lagi, untuk seluruhnya belum, untuk sementara terbatas dulu, beberapa seko­lah saja dari SD sampai SMA,” jelas dia.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana menyatakan, salah satu poin pent­ing dalam pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka yang tidak boleh dilanggar terkait durasi belajar siswa di sekolah. Durasi belajar antara 3-4 jam dalam satu hari.

Nahdiana mengatakan, pelaksanaan PTM pun hanya sekali seminggu untuk satu jenjang kelas dalam satuan pendidikan. Kapasitas murid dibatasi maksimal 50 persen dari jumlah keseluruhan satu kelas. Dan tempat duduk siswa juga diberikan jarak 1,5 meter.
 Selanjutnya