Dark/Light Mode

Soal Larangan Mudik

Pak Jokowi, Puan Nanduk Tuh

Jumat, 9 April 2021 07:55 WIB
Ketua DPR, Puan Maharani. (Foto: Istimewa)
Ketua DPR, Puan Maharani. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Meskipun sama-sama berjaket PDIP dan pernah jadi menteri, Puan Maharani tidak segan-segan lontarkan kritik pada Presiden Jokowi. Selama menjabat Ketua DPR, sudah beberapa kali Puan mengkritik sejumlah kebijakan dan kinerja Jokowi. Kali ini, Puan “nanduk” Jokowi soal urusan larangan mudik lebaran.

Sejak di gulirkan oleh Menko PMK Muhadjir Effendy akhir Maret lalu, aturan larangan mudik terus menuai kontroversi. Maklum, saat wacana itu dilontarkan, sikap menteri di kabinet belum satu suara. Misalnya, Kementerian Perhubungan yang pernah bilang kegiatan mudik tidak dilarang.

Namun, yang membingungkan lagi, yakni kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kementerian yang dipimpin Sandiaga Uno ini justru akan menggenjot sektor pariwisata saat libur lebaran nanti.

Berita Terkait : Layanan Transportasi Bakal Dilarang Beroperasi 12 Hari

Awal pekan lalu, kebijakan larangan mudik ini sudah membaik. Semua kementerian kompak, satu suara.

Menteri PAN/RB Tjahjo Kumolo juga mengeluarkan larangan mudik bagi PNS, TNI dan Polri.

Namun, karena khawatir aturan ini berimbas pada anjloknya ekonomi, pemerintah tetap menggeber sektor pariwisata. Keputusan akhir, mudik tetap dilarang. Tapi nadi usaha tetap harus terus berdenyut, termasuk sektor pariwisata. Karena itu, Muhadjir memberi lampu hijau usulan Menparekraf untuk menggerakkan dan menghidupkan staycation atau berlibur di hotel dengan menjaga protokol kesehatan.

Berita Terkait : Asal Penuhi Syarat, 5 Kriteria Ini Boleh Lakukan Perjalanan

Kebijakan yang tumpang tindih inilah yang membuat Puan menyampaikan kritik. Putri Megawati ini meminta pemerintah konsisten dan adil dalam kebijakan larangan mudik. Merujuk pengalaman sebelumnya, pemerintah juga sudah mengeluarkan larangan untuk bepergian saat libur panjang. Namun faktanya, tetap ada peningkatan mobilitas warga pada beberapa hari libur panjang.

“Konsistensi penerapan kebijakan di lapangan suatu keharusan untuk mencapai hasil seperti yang diharapkan,” kata Puan, kemarin.

Mantan Menko PMK itu mengatakan, memang tidak mudah menekan penyebaran Covid-19 sambil bersamaan menjaga denyut perekonomian. Wajar kalau masyarakat masih bertanya-tanya mengapa mudik dilarang tetapi tempat wisata diizinkan buka, meski tetap ada pembatasan.
 Selanjutnya