Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Selain itu, inbreng saham minoritas pada lima perusahaan ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui sinergi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan kegiatan sosial. Khususnya dalam masa pemulihan ekonomi nasional.
Menanggapi ini, pengamat ekonomi dari Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Abra Talattov menilai, pelepasan saham minoritas di lima perusahaan ini sesuai dengan program Kementerian BUMN yang ingin merampingkan jumlah BUMN menjadi hanya 41 perusahaan saja.
“Saya lihat, masuknya (kepemilikan saham) lima BUMN ini, bagian dari program perampingan tersebut,” kata Abra kepada Rakyat Merdeka.
Baca juga : Penyidiknya Kena Kasus Suap, KPK Minta Maaf
Hanya saja, imbuh Abra, perlu dilihat lagi urgensinya pemerintah melepas kepemilikan saham minoritas dan dialihkan ke PPA. Sebab, ada potensi saham kelima perusahaan justru di lepas ke publik guna mendapatkan dana segar.
“Jadi, harus clear targetnya. Apakah lima perusahaan itu mau disehatkan saat dipegang PPA agar berkontribusi positif buat negara lewat deviden atau mau dijual untuk mendapatkan fresh money,” tanyanya.
Meski demikian, apapun opsi yang akan diambil, secara tidak langsung akan tetap memberikan manfaat bagi PPA. Khususnya, di tengah kinerja perusahaan yang turut tertekan selama pandemi Covid-19.
Baca juga : Gandeng KPK, Menteri Bintang Cegah Korupsi Kaum Perempuan
Hal ini terlihat dari pencapaian laba berjalan PPA yang tahun lalu hanya sebesar Rp 105 miliar, turun sekitar 67 persen dari tahun 2019 sebesar Rp 327 miliar.
“Saat aset dijual, itu akan menjadi pendapatan buat PPA. Harapannya, PPA bisa melakukan revitalisasi lima perusahaan ini dibanding melepas atau menjual sahamnya. Tugas PPA kan menyehatkan BUMN, dia dokternya,” katanya.
Namun, tren saham dari lima perusahaan itu juga tetap harus dikaji agar tidak membebani ke depannya.
Baca juga : DPR Minta Menteri BUMN Dukung PT Pindad Sediakan Bahan Produksi
“Tren sahamnya lagi bagus atau drop. Juga kinerjanya bagaimana, apa memang dalam kondisi hancur-hancuran sampai harus melepas aset pemerintah,” pungkasnya. [IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya