Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Sementara bagi kelima perusahaan tersebut, diharapkan akan lebih efektif, maksimal, dan profesional dalam pengelolaannya.
Direktur Utama PPA Yadi Jaya Ruchandi mengatakan, dengan adanya penyertaan modal ini, pihaknya akan memperoleh dividen serta memiliki keleluasaan dalam pemanfaatan aset (leveraging) pada lima perusahaan tersebut.
“Ini merupakan amanat yang besar untuk mengelola dan mengoptimalisasi setiap potensi dari aset yang dimiliki negara,” tutur Yadi.
Baca juga : Penyidiknya Kena Kasus Suap, KPK Minta Maaf
Ia pun memastikan, tambahan modal tersebut akan semakin memperkuat struktur permodalan, meningkatkan fleksibilitas permodalan, serta meningkatkan kapasitas usaha PPA dalam rangka menuju National Asset Management Company (NAMCO) bersama PT Danareksa (Persero).
“Permodalan yang lebih solid tentunya dapat menunjang peranan kami dalam menyehatkan BUMN, memperkuat sistem perbankan nasional, dan berdampak positif pada efisiensi APBN karena tidak mengeluarkan PMN (Penyertaan Modal Negara) tunai,” ungkapnya.
Apalagi, sambungnya, PPA adalah satu-satunya perusahaan BUMN yang dipercaya pemerintah untuk mengelola aset korporasi nasional guna menciptakan ekosistem BUMN yang berkelanjutan.
Baca juga : Gandeng KPK, Menteri Bintang Cegah Korupsi Kaum Perempuan
“Atas kepercayaan itu, kami berkomitmen untuk menjadi perusahaan turn around terdepan di Indonesia dan mitra terpercaya di bidang restrukturisasi, investasi, dan pengelolaan aset,” imbuhnya.
Di kesempatan yang sama, Direktur Utama Danareksa Arisudono melihat ini sebagai suatu langkah awal positif untuk mendukung transformasi PPA.
Untuk diketahui, sebagai BUMN calon Holding dari klaster Danareksa-PPA, keduanya tengah bertransformasi menuju NAMCO. Di mana PPA berfokus kepada tiga pilar bisnis utama. Yaitu restrukturisasi dan revitalisasi perusahaan BUMN Titip Kelola, pengelolaan NPL (Non Performing Loan) perbankan, serta solusi inovatif dan efektif Special Situations Fund (SSF).
Baca juga : DPR Minta Menteri BUMN Dukung PT Pindad Sediakan Bahan Produksi
Adapun langkah transformasi ini diperkuat dengan kepercayaan dari Kementerian BUMN melalui Surat Kuasa Khusus untuk menangani 23 perusahaan BUMN Titip Kelola.
“Dengan pengalaman serta rekam jejak yang dimiliki, PPA pasti bisa optimal mengelola serta memaksimalkan potensi perusahaan,” akunya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya