Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
"Senang atau tidak, pelabelan independen itu kreasi non pembuat konstitusi untuk memastikan agar institusi itu bekerja secara mandiri. Itu saja," terang Margarito.
Pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio berkelakar jika KPK selama ini lupa memasang foto Presiden dan Wakil Presiden. "Menurut saya, memang selama ini lupa saja. Karena ingin mencitrakan ini lembaga negara yang independen. Nah mungkin saat ini acuannya berubah dan dirasa perlu memasang logo RI 1 dan 2," ucapnya.
Baca juga : Menteri LHK Dan KKP Kembangkan Blue Carbon Berkualitas
Dari DPR, Anggota Komisi III DPR Habiburokhman menilai, pemasangan foto Jokowi dan Ma’ruf Amin di KPK sebagai hal wajar. "Soal foto Presiden dan Wakil Presiden itu memang wajar ada di ruangan, karena KPK kan masuk dalam rumpun eksekutif," ujar politisi Gerindra ini.
Menurut anak buah Prabowo Subianto ini, pemasangan foto tersebut telah sesuai secara hukum. "Setahu saya ada Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 12 Tahun 2014 yang mengatur soal pemasangan foto Presiden dan Wapres," kata Habiburokhman.
Baca juga : Jadi ASN, KPK Kini Pasang Foto Jokowi-Ma'ruf di Ruang Konpers
Dia memandang, pemasangan foto ini tidak mengganggu independensi KPK. Independensi itu dapat dilihat dari banyaknya pejabat yang ditangkap. "Pemasangan gambar tersebut sama sekali tidak mengganggu independensi KPK. Buktinya KPK periode ini sudah menangkap banyak pejabat tinggi pemerintahan," tuturnya.
Dia pun berharap masyarakat tidak berburuk sangka. Jangan mengaitkan pemasangan foto tersebut dengan asesmen pengalihan status pegawai KPK. "Jangan berburuk sangka. Jangan mengaitkan aturan dengan asumsi politik," sarannya. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya