Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Arya tidak membeberkan maksud dan tujuan puluhan warga China itu ke Indonesia. Dia hanya menegaskan bahwa petugas telah melakukan pemeriksaan terkait status keimigrasian dan kesehatan sesuai dengan protokol Corona.
Kata dia, secara keimigrasian visa dan dokumen keimigrasian mereka sudah sesuai dengan Permenkumham Nomor 26 Tahun 2020 tentang Visa dan Izin Tinggal dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru. Kedatangan mereka telah melalui pemeriksaan oleh kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta beserta Kementerian Kesehatan.
Berbeda nasib dengan 85 warga China yang bebas masuk Indonesia, warga yang ingin mudik Lebaran justru dilarang ketat. Sejumlah jalan pun disekat untuk mencegah warga mudik.
Baca juga : Biar Kapok, Cabut Izin Perusahaan Penimbun Gula
Seperti diketahui, petugas gabungan mulai menggelar Operasi Ketupat Jaya 2021, kemarin, mulai pukul 00.00 WIB, dan berakhir pada 17 Mei 2021. Petugas melakukan penyekatan kepada warga yang hendak mudik. Pemudik yang terjaring operasi langsung diminta putar balik, kembali ke lokasi asal.
Akibat penyekatan ini, sejumlah ruas jalan mengalami kemacetan seperti yang terjadi gerbang tol Cikarang Barat menuju Cikampek. Dalam video yang viral sejumlah pekerja protes dengan penyekatan tersebut. Mereka turun dari mobil lalu berkumpul di jalan tol sambil menumpahkan kekesalan dengan memaki petugas.
Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, saat itu sedang melakukan pemeriksaan. Namun karena volume lalu lintas tinggi sekali, berimbas pada kemacetan sampai 8 kilometer.
Baca juga : Wagub DKI Was was Mutasi Corona Dari India Masuk Ke Jakarta
Untuk mengurai kemacetan ini, petugas memutuskan memberhentikan sementara penyekatan mudik. Kendaraan diizinkan meneruskan perjalanan. Pemeriksaan akan kembali dilakukan apabila kondisi lalu lintas mulai terurai.
“Kami akan los (lepas, Red) pemeriksaan sampai nanti ekornya kurang lebih 1 sampai 2 Km, baru kemudian kita akan laksanakan pemeriksaan kembali. Supaya ini juga tidak menghambat,” jelas Sambodo.
Epidemiolog Universitas Airlangga, Windhu Purnomo berharap pemerintah tegas dalam mencegah mobilisasi warga. Karena itu, perlu dibuat kebijakan yang menyeluruh dan sinkron.
Baca juga : Netizen Ngomel-ngomel
Ia khawatir, jika tidak serius, apa yang terjadi di India juga mungkin akan terjadi di Indonesia. Saat ini, negeri Bollywood itu kocar kacir dihantam pandemi gelombang kedua. “Apa yang terjadi di negara lain juga bisa terjadi di Indonesia kalau kita tidak mau belajar dari pengalaman buruk,” kata Windhu, tadi malam. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya