Dark/Light Mode

Kumpulkan Donasi Rp 400 Juta

KPIQP Kecam Serangan Brutal Israel Ke Masjid Al Aqsa

Minggu, 9 Mei 2021 19:18 WIB
KPIQP menggelar aksi damai bertajuk Munasoroh Virtual Palestina, Umat Bela Al Quds secara virtual, Minggu (9/5). (Foto: Ist)
KPIQP menggelar aksi damai bertajuk Munasoroh Virtual Palestina, Umat Bela Al Quds secara virtual, Minggu (9/5). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hingga malam Ramadan ke-27, serangan terhadap warga Palestina yang tinggal di wilayah Al Quds masih terus terjadi. Bahkan serangan di dalam Masjid Al Aqsa yang dilakukan oleh polisi Israel semakin brutal. Kekerasan tidak hanya terjadi terhadap para pria, namun perempuan bahkan yang usianya telah renta ikut menjadi korban.

Berdasarkan laporan dari Bulan Sabit Merah, sebanyak 178 warga Palestina menderita luka dan 88 di antaranya masuk ke rumah sakit akibat serbuan polisi Israel ke Al Aqsa dan pembubaran aksi di wilayah Al Quds lainnya.

Kekerasan yang terjadi ini membuat Koalisi Perempuan Indonesia untuk Al Quds dan Palestina (KPIQP) tidak tinggal diam. KPIQP bersama 9 Ormas perempuan di Indonesia yakni PP. Salimah, PB Wanita Al Irsyad, PP Muslimat Mathlaul Anwar, PP Muslimat Al Washliyah, Muslimat DDII, PP Wanita PUI, PP Wanita PERTI, PP Wanita Islam, PP IGRA dan Adara Relief International menggelar aksi damai secara virtual hari ini, Minggu (9/5).

Secara khusus acara ini ditujukan untuk menghentikan rencana penggrebekan terhadap Masjid Al Aqsa oleh Zionis dalam rangka perayaan Jerusalem Day atau hari dikuasainya Jerusalem atau Al Quds oleh Zionis Israel tahun 1967 lalu, tepat 28 Ramadan atau 10 Mei.

Baca Juga : Di Bawah Kepemimpinan Jenderal Sigit, Survei IPS Sebut 76,5 Persen Publik Puas Kinerja Polri

Berdasarkan informasi dari Departemen Wakaf Islam Al Quds, kelompok ekstrimis Yahudi telah menyerukan kepada pada pendukungnya berpartisipasi secara luas dalam upaya penggerebekan tersebut. Rencananya ini juga telah disetujui oleh Zionis Israel.

Selain itu, acara yang dihadiri oleh lebih dari 2.000 peserta melalui aplikasi zoom dan youtube ini juga diadakan untuk menentang perampasan secara ilegal rumah penduduk Palestina di wilayah Syekh Jarrah, Al Quds Timur oleh Zionis.

Merujuk pada juru bicara kantor HAM PBB Rupert Colville, pemindahan penduduk sipil ke wilayah pendudukan adalah tindakan ilegal di bawah hukum internasional dan berpotensi sebagai bentuk kejahatan perang.

Acara yang diberi judul Munasoroh Virtual Palestina, Umat Bela Al Quds ini dibuka oleh Ketua KPIQP Nurjanah Hulwani sebagai pembicara awal. Dengan tema Al Quds Memanggil Umat Islam, Nurjanah mengingatkan, persoalan Al Quds sejatinya adalah persoalan akidah sekaligus kemanusiaan.

Baca Juga : Kasus Positif Naik 3.922, Yang Dites PCR Cuma 16.875 Orang

"Maka kewajiban menjaga Al Quds layaknya menjaga ibadah-ibadah wajib kita," kata Nurjanah dalam paparannya.

Nurjanah berpesan, umat Islam harus berjuang menanamkan kepedulian sesuai dengan peran masing-masing. Misalnya politisi harus memerankan perannya dalam politik untuk pembebasan Al Quds. Demikian pengusaha, ataupun guru sebagai pendidik, harus mampu membuat kurikulum pendidikan tentang Al Quds dan Palestina.

"Sebab sejatinya persoalan Al Quds bukan sekadar tanggung jawab lembaga kemanusiaan ataupun KPIQP. Kita semua kelak di akhirat akan ditanya tentang apa yang telah kita perbuat untuk persoalan Palestina?" tandas Nurjanah.

Pembicara berikutnya, Zenah Said Amr, yang merupakan guru majelis taklim di Al Aqsa memaparkan, penderitaan perempuan dan anak di wilayah Al Quds. Pendudukan ilegal yang dilakukan ekstrimis Yahudi terhadap rumah penduduk Al Quds yang disokong oleh polisi Israel telah menyebabkan penderitaan yang berkepanjangan. Terlebih terhadap anak-anak dan perempuan.

Baca Juga : Situasi Covid Belum Aman, Pemkab Pati Minta Warganya Jangan Mudik Dulu

Warga Al Quds terlantar akibat perampasan rumah mereka. Israel telah merampas seluruh sendi-sendi hak-hak kemanusiaan yang paling asasi warga Al Quds. Sehingga, ia berpesan, para perempuan dunia, khususnya Indonesia menyiapkan generasi di masa mendatang untuk menjadi pembebas Al Aqsa.

"Kita tahu Zionis tengah menyiapkan rencana untuk membangun kuil di atas Al Aqsa. Kita harus cegah hal itu dengan menyiapkan generasi kita untuk membebaskan Al Aqsa. Birruh, Biddam, Nafdika Yaa Aqsha. Dengan Ruh, dengan darah, kami bela engkau ya Aqsa," ungkapnya.

Aksi penuh haru dan damai secara virtual untuk dukungan kepada penduduk Al Aqsa ini juga membuka donasi. Donasi yang terkumpul mencapai Rp 400 juta. Hingga kini, donasi masih terus mengalir. [MRA]