Dark/Light Mode

Kasus Kerumunan Petamburan, Rizieq Shihab Cs Divonis 8 Bulan Bui

Kamis, 27 Mei 2021 17:29 WIB
Rizieq Shihab. (Foto: Ist)
Rizieq Shihab. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) menjatuhkan vonis 8 bulan penjara kepada Rizieq Shihab dalam kasus pelanggaran kekarantinaan kesehatan di Petamburan, Jakarta Pusat.

Sidang dibacakan Majelis Hakim yang diketuai Suparman Nyompa dan anggota M Djohan Arifin, Syarief Baharudin, Kosasih, Suroyo, dan Yati Karyati.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Muhammad Rizieq Shihab terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana," ujar hakim ketua Suparman Nyompa, saat membacakan surat putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (27/5).

Berita Terkait : Kasus Kerumunan Megamendung, Rizieq Shihab Divonis Bayar Denda Rp 20 Juta

Selain Rizieq, terdakwa lain dalam kasus ini, yakni Haris Ubaidillah, Ahmad Sabri Lubis, Ali Alwi Alatas, Idrus Alhabsy, dan Maman Suryadi juga divonis sama, yakni 8 bulan penjara.

Hakim menyatakan, Rizieq bersalah terkait kerumunan massa melebihi batas maksimum saat acara pernikahan putrinya dan peringatan Maulid Nabi Muhammad di Petamburan.

Hal itu dinilai memenuhi unsur tidak mematuhi kekarantinaan kesehatan yang sedang berlaku untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Berita Terkait : Polres Jaktim Amankan 21 Simpatisan Rizieq, 15 Masih Di Bawah Umur

Hakim kemudian membacakan pertimbangan yang berisi keterangan soal peningkatan kasus positif di Jakarta meningkat setelah acara pada 14 November 2020 tersebut.

Hakim menilai peningkatan itu tak bisa dilepaskan dari kerumunan di Petamburan karena warga yang hadir tidak mematuhi prokes.

Atas dasar itu, hakim menilai unsur menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat telah terpenuhi. Hakim juga menyatakan perbuatan secara bersama-sama telah terbukti.

Berita Terkait : Sidang Vonis Rizieq Shihab, 2.300 Polisi Kepung PN Jaktim

Pertimbangan yang memberatkan, Rizieq tidak mendukung pemerintah dalam percepatan pencegahan Covid-19. Sedangkan hal meringankan, terdakwa memberi keterangan secara jujur, mempunyai tanggungan keluarga, dan adalah guru agama Islam.

Vonis tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yaitu pidana penjara selama dua tahun. [BYU]