Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pulihkan Kepercayaan Pasca Alat Tes Corona Bekas

Kimia Farma Tes Swab Erick Dan 19 Bos BUMN

Kamis, 17 Juni 2021 05:22 WIB
Ilustrasi. (Foto : Antara/Jojon).
Ilustrasi. (Foto : Antara/Jojon).

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) terus berupaya meraih kembali kepercayaan publik pasca terbongkarnya kasus penggunaan alat tes antigen bekas, di Bandara Kualanamu, dua bulan lalu. Salah satunya, dengan melakukan tes swab antigen pejabat Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Kegiatan digelar dalam Fo­rum Human Capital Indonesia (FHCI) BUMN Muda, di Ja­karta kemarin. Para penerima tes swab antigen itu yakni Menteri BUMN Erick Tohir yang di­dapuk menjadi keynote speaker acara itu. Selain itu, 19 pimpi­nan BUMN yang duduk sebagai peserta acara.

Ketua BUMN Muda Soleh Udin Al Ayubi, yang juga Direk­tur Transformation and Digital Office PT Bio Farma Tbk, men­gapresiasi peran KFD sebagai pelaksana swab antigen terse­but. Menurutnya, acara digelar mematui Protokol Kesehatan (Prokes). Seluruh peserta harus dipastikan dalam kondisi aman alias negatif Covid-19, sebe­lum memasuki lokasi acara. Para peserta menerima tes swab antigen.

Berita Terkait : Kimia Farma Diagnostik Pastikan Tindak Tegas Petugasnya

“Hal itu sangat penting untuk memastikan kondisi para peserta betul-betul aman, sebelum mengikuti rangkaian acara,” ucap Soleh dalam keterangan, kemarin.

Soleh menilai, KFD profe­sional dan sigap mendukung kegiatan mulai pukul 09.00 hingga17.00 WIB itu. “Salut untuk tim dari KFD. Para Tenaga Kesehatan (Nakes) yang ditugaskan sangat profesional menjalankan tugasnya,” pujinya.

Pelaksana Tugas (Plt) Direk­tur Utama KFD Agus Chandra menilai, kegiatan yang dilak­sanakan forum BUMN Muda ini sangat penting. Terutama memberikan inspirasi bagi kaum muda untuk menjadi pemimpin masa depan bagi Indonesia.

Berita Terkait : Heboh Tes Antigen Bekas, Kimia Farma Pastikan Taat Hukum

“Sebagai bagian dari BUMN, KFD memberikan rasa aman kepada setiap peserta lewat program ini, dengan menyiapkan swab antigen yang berkualitas sebelum acara dimulai,” imbuhnya.

Agus meyakinkan, para Nakes profesional dalam menjalankan tugasnya. Terutama pasca di­rombaknya direksi lama terkait kasus alat antigen palsu.

“Ini sekaligus menunjukkan spirit yang sama dengan arahan Menteri BUMN bagi kami untuk terus menjadi lebih baik,” tegas Agus.

Berita Terkait : Kini, Masa Berlaku Hasil Tes Corona Cuma 1 Hari

Menyoal ini, Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto berpendapat, langkah Menteri BUMN Erick Thohir mencerminkan keinginan agar layanan BUMN farmasi lebih profesional dan prima.

“Sehingga ke depan, tidak ada ruang sedikit pun untuk berbuat keliru. Itu untuk membangun kepercayaan publik,” imbuhnya kepada Rakyat Merdeka.
 Selanjutnya