Dewan Pers

Dark/Light Mode

PPKM Darurat, Mobilitas Warga Di Jateng Dan DIY Turun 30 Persen

Rabu, 14 Juli 2021 20:36 WIB
Menko Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Ist)
Menko Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, tren mobilitas di Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat terus menurun.

Luhut membeberkan, berdasarkan data per tanggal 12 Juli menuju 13 Juli, mobilitas warga di zona merah turun 10 sampai 20 persen. Sementara di zona kuning, turun 20 hingga 30 persen.

"Ini angkanya cukup menggembirakan," ujar Menko Luhut saat memimpin rapat koordinasi virtual evaluasi PPKM Darurat di Jateng dan DIY, Rabu (14/7).

Berita Terkait : PPKM Darurat, PS Tira Pilih Libur

Bahkan untuk DIY, sambungnya, hanya Kabupaten Kulon Progo saja yang masih masuk dalam kategori zona merah. Untuk itu Menko Luhut meminta kepada Bupati Kulon Progo untuk mendorong wilayah itu ke zona kuning. "Dan yang kuning kalau bisa sudah jadi hijau atau biru," imbuhnya.

Menurut Luhut, tren penurunan ini perlu dilanjutkan melalui implementasi pengetatan PPKM darurat yang lebih konsisten. PPKM Darurat itu akan menyasar titik-titik yang mobilitas dan aktivitasnya terpantau masih tinggi. Pendekatan persuasif dengan menggandeng tokoh masyarakat pun perlu dilakukan.

"Saya minta kepada Kapolri, masing-masing Kapolda dan jajarannya untuk terus melakukan penyekatan terhadap mobilitas tidak hanya pada jalan-jalan ring 1 namun juga ke ring 2, serta melakukan patroli ke wilayah-wilayah permukiman untuk memastikan kepatuhan prokes," imbaunya.

Berita Terkait : Selama PPKM Darurat, Mobilitas Jawa - Bali Turun Hingga 15 Persen

Selain itu, inspeksi terhadap industri esensial yang menerapkan shift malam juga dinilai Luhut perlu dilakukan agar tetap mengikuti aturan 50 persen kapasitas.

Luhut pun kembali mengingatkan agar momentum penurunan mobilitas yang merupakan dampak dari PPKM Darurat ini harus terus dijaga.

Pada kesempatan itu, dia juga membeberkan langkah-langkah pemerintah untuk mengatasi skenario terburuk pandemi Covid-19 ini. Salah satunya, merekrut lebih dari 2 ribu dokter dan 20 ribu perawat untuk mengatasi kekurangan sumber daya manusia (SDM).

Berita Terkait : Hari Pertama, Penumpang KA Bagi Pekerja Esensial Dan Kritikal Turun 69 Persen

“Ini kita telah rekrut yang baru lulus kemudian mereka akan training. Saya kira ini sudah bisa segera kita selesaikan, jadi tidak ada masalah. Selain itu, di Boyolali dan Surabaya juga akan disiapkan tempat isolasi pasien Covid-19 seperti di Rusun Nagrak," tandas Luhut. [DIR]