Dewan Pers

Dark/Light Mode

PPKM Darurat Diperpanjang Sampai Akhir Juli

Tepat, Meski Berat

Sabtu, 17 Juli 2021 07:55 WIB
Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy saat mengunjungi PT Konimex di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (16/7/2021). (Foto: Humas Kemenko PMK)
Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy saat mengunjungi PT Konimex di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (16/7/2021). (Foto: Humas Kemenko PMK)

 Sebelumnya 
“Besok (hari ini) rencananya akan ada pengumuman yang terkait,” kata Jodi.

Epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman mendukung perpanjangan PPKM Darurat. Dia mengakui, perpanjangan PPKM Darurat merupakan keputusan yang berat, tapi harus dibuat.

Karena itu, dia meminta, kepada semua pihak agar betul-betul mendukung kebijakan ini. Termasuk pemerintah dalam mencapai sejumlah target yang ditetapkan selama PPKM Darurat. Sehingga ledakan kasus yang lebih besar masih bisa dihindarkan.

Berita Terkait : Optimis, Pandemi Melandai Akhir Juli

Dicky menilai, PPKM Darurat belum berdampak signifikan. Positivity rate meningkat sekitar 30 persen, begitu juga angka kematian. Jika dihitung per 1 juta, angkanya naik dua kali lipat dibandingkan 3 Juli: dari 85 menjadi 160 orang. Berita baiknya, angka reproduksinya relatif stabil. “Artinya, ada potensi untuk melambatkan, bahkan menurunkan,” ulasnya.

Selain itu, Dicky juga berpesan agar testingnya bisa ditingkatkan hingga 1 juta per hari. Bekerja dari rumah alias WFH: work from home 100 persen. Pemerintah juga harus menyalurkan bansos agar masyarakat taat untuk tidak keluar rumah.

Sementara Relawan Covid-19, dr Tirta mengatakan, PPKM Darurat hanya efektif jika yang terdampak ditanggung kebutuhannya oleh pemerintah. Terutama warga yg penghasilannya harian.

Berita Terkait : PPKM Darurat Diperpanjang, Pengusaha Pusing

“Karena, mau seketat apapun penyekatan, warga yang sudah kepepet akan tetap keluar mencari uang. Kalau kebutuhan mereka nggak ditanggung ya PPKM nggak akan efektif,” ujarnya di akun Twitternya, @tirta_hudhi.

Lalu apa tanggapan pengusaha? Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta, Sarman Simanjorang masih menunggu pengumuman resminya. Menurut dia, pengusaha sudah pusing tujuh keliling dengan PPKM.

“Kalau hanya sampai akhir bulan, pelaku usaha akan menghitung ulang daya tahan keuangannya. Jika lebih dari akhir bulan, pengusaha sudah tidak sanggup,” ujarnya.

Berita Terkait : PPKM Darurat Ganggu Bisnis Angkutan, Organda Tagih Insentif

Ia berharap daya tahan pengusaha masih kuat agar tidak melakukan PHK. “Perpanjangan ini teramat berat, dan membuat sekarat arus kas,” tukasnya. [MEN]