Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Meski begitu, pemerintah disarankan memperkuat edukasi ke masyarakat soal jenis dan besaran bansos yang diterima.
Baca juga : Kebijakan Penanganan Covid Tidak Sembrono
Menurutnya, kurangnya sosialisasi dan informasi untuk masyarakat kelas bawah yang menjadi target jaring pengaman sosial dari pemerintah, bisa dimanfaatkan sekelompok oknum yang diberi kewenangan untuk melampiaskan hasrat korupnya. Apalagi, data kependudukan Indonesia dinilainya masih jauh dari yang diharapkan.
Baca juga : Dilepas Anies, Bansos Di DKI Pakai Beras Premium
"Di sinilah kenapa edukasi tersebut termasuk masalah sistem keuangan menjadi penting, yaitu agar setiap warga mengetahui bahwa pin ATM pada perbankan itu adalah hal yang rahasia dan bansos itu sepenuhnya merupakan milik rakyat tanpa embel-embel," ungkap Rudyono.
Baca juga : Warung Pintar Salurkan Bansos Ke 250 Ribu Penerima
"Dan ingat satu hal, hukum seberat-beratnya koruptor dalam segala bentuk, pada saat rakyat dan negara sedang susah," tandasnya. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya