Dark/Light Mode

Saatnya Wakil Rakyat Turun Ke Dapil, Beri Edukasi

Masyarakat Di Daerah Harus Dibujuk-bujuk Untuk Testing

Selasa, 3 Agustus 2021 05:05 WIB
Ilustrasi. Tes Swab di Kelurahan Kampung Tengah, Kramatjati, Jakarta Timur pada Jumat (12/6/2020). (Foto : Istimewa)
Ilustrasi. Tes Swab di Kelurahan Kampung Tengah, Kramatjati, Jakarta Timur pada Jumat (12/6/2020). (Foto : Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Angka capaian testing belum merata. Pemeriksaan masih didominasi Pulau Jawa dan Bali, terutama DKI Jakarta.

Sebaran testing yang tidak merata berdampak pada masih sangat tingginya angka positivity rate di Indonesia. Yaitu, 40 persen dibandingkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) yang hanya 5 persen.

“Gabungan antara PCR (Polymerase Chain Reaction), TCM (Tes Cepat Molekuler) dan antigen, tidak merata di semua daerah. 80 persen di Pulau Jawa dan Bali, terutama di Jakarta,” ungkap Ketua Bidang Relawan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Andre Rahadian.

Berita Terkait : Jangan Ngobrol Saat Makan Di Warung

Namun, menurut Andre, secara nasional angka testing Covid-19 di Indonesia sudah melampaui standar pemeriksaan WHO. Meski pada pekan ke-4 Juli 2021 mengalami penurunan, angka testing di Tanah Air tetap melampaui target WHO 405,02 persen.

Andre mengakui, tantangan menghadapi gelombang kedua Covid-19 yang didominasi varian Delta adalah memperbanyak jumlah testing. Hanya saja, testing PCR seba­gai gold standard memiliki sejumlah kendala karena keterbatasan laboratorium dan kemampuan untuk memproses tes PCR.

“Ada kebijakan laboratorium PCR terpusat. Jadi, butuh waktu dan pembiayaan terkait keberadaan laboratorium di daerah,” katanya.

Berita Terkait : Aktivitas Dan Kantor Di Jakarta Bersiap-siap Normal Kembali

Andre mengatakan, pemerintah mengejar angka testing dengan tambahan tes TCM dan rapid antigen dengan tetap ada klasifikasi data pada setiap jenis tes tersebut. Dia bilang, tes antigen dibutuhkan sebagai terobosan agar testing berjalan masif dan terjangkau.

“Kita menyadari harus dipisah spesimen PCR dan antigen. Karena antigen sebetulnya hanya untuk screning,” ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali dan Mikro diperketat di luar Jawa-Bali, pemer­intah telah menetapkan target testing Covid-19 untuk masing-masing daerah.
 Selanjutnya