Dark/Light Mode

Protokol Kesehatan Itu Penting

Sabtu, 14 Agustus 2021 07:00 WIB
Masyarakat malas protokol kesehatan karena belum terkena covid-19. (Foto : pandemictalks).
Masyarakat malas protokol kesehatan karena belum terkena covid-19. (Foto : pandemictalks).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pandemi Covid-19 sudah berlangsung lebih dari setahun. Namun, kondisi ini tidak juga menyadarkan sebagian masyarakat betapa pentingnya menjalankan protokol kesehatan (prokes). Terutama memakai masker. Disiplin prokes merupakan salah satu cara mencegah penyebaran Covid-19.

Melalui meme, pandemictalks mengungkap data dari Badan Pusat Statistik (BPS) per 2 Agustus 2021 lalu. Disebutkan, kepatuhan masyarakat dalam menjalankan prokes masih rendah. Terutama mereka yang belum terkena Covid-19. “Yah, gini amat ya warga +62,” ujar pandemictalks.

Baca juga : Perkuat Kesehatan, Brantas Abipraya Luncurkan Ambulans

Yourwittysoulsister mengatakan, masih rendahnya kepatuhan menjalankan prokes merupakan tanda kurangnya kapasitas bela­jar masyarakat. Sebagian masyarakat gagal menjalankan fungsi vicarious learning, yaitu fungsi di mana seseorang tidak harus menga­lami dulu baru baru bisa belajar.

“Sepertinya banyak yang gagal menjalankan fungsi tersebut ya. Warga negeri mana sih ini,” ujarnya.

Baca juga : Rosan Roeslani: Kesehatan Atlet Jadi Prioritas Utama

“Jangankan yang belum kena, yang sudah kena Covid-19 saja habis sembuh tetap nggak pakai masker kok,” ungkap deniceryn. “Iya banget,” sambung waiterssyoand. “Sama nih kayak teman saya, tapi dia tetap pakai maskernya, cuma melorot,” tambah denninovia.

Andreaspallo mengatakan, banyaknya penyintas Covid-19 yang abai prokes karena merasa sudah kebal. Mereka agak menyepele­kan prokes. Di antaranya, memakai masker hanya satu lapis, beraktivitas lebih senang offline, dan protokol jaga jarak lemah.

Baca juga : Luhut Pendengar Yang Baik

“Yang sudah kena Covid-19 saja nggak belajar, masih ada yang anggap yaelah flu biasa, ternyata bisa sembuh sendiri. Habis itu ya sudah balik lagi nggak maskeran. Mentang-mentang masih dikasih kesempatan hidup lagi sama Tuhan,” kata april.hamsa.

Steve_haeckal berharap, masyarakat sa­dar akan pentingnya menjalankan prokes. “Semoga Tuhan menyadarkan warga +62, masa nggak mau hidup normal? Bosen boleh, tapi nggak membahayakan diri sendiri dan orang lain juga,” tuturnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.