Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
“Kami harus menjamin belanja negara terkait pembangunan infrastruktur ini dapat menyumbangkan pertumbuhan positif bagi ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Untuk diketahui, berdasarkan laporan Kementerian Keuangan, anggaran infrastruktur tahun 2021 merupakan yang terbesar dalam enam tahun terakhir. Jumlahnya mencapai Rp 417,4 triliun.
Baca juga : PT PII Dukung Percepatan Infrastruktur Logistik Di Jawa Barat
Adapun fokus anggaran infrastruktur di tahun ini akan dialokasikan kepada pemerintah pusat sebanyak Rp 239,8 triliun dan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) sebesar Rp 131,8 triliun. Kemudian, akan dialokasikan sebesar Rp 45,8 triliun untuk pembiayaan di bidang ini.
Beberapa rencana pencapaian di bidang infrastruktur pada tahun ini adalah pembangunan rumah susun dan rumah khusus sebanyak 10.706 unit, bendungan sebanyak 53 unit, jalan sepanjang 965,4 kilometer, jembatan sepanjang 26,9 kilometer, jalur kereta api sepanjang 446,56 kilometer, dan bandara sebanyak 10 unit/lokasi. Adapula pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga sebanyak 120.776 SR dan PLTS Rooftop dan PLTS Cold Storage sebesar 11,8 MWp.
Baca juga : Presiden Instruksikan Polri Tak Reaktif Soal Mural 404: Not Found
Untuk tahun 2022, pemerintah mengalokasikan anggaran infrastruktur sebesar Rp 384,8 triliun. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur di sejumlah sektor. Sementara, anggaran kesehatan hanya Rp 255,3 triliun. Hal itu tercatat dalam nota keuangan RAPBN tahun anggaran 2022.
Besarnya anggaran infrastruktur di tahun 2022 dibanding kesehatan mendapatkan kritik dari Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dia mengaku heran, di tengah kondisi krisis kesehatan, justru anggaran yang bersifat urgent malah dipangkas dan kalah banyak dengan infrastruktur.
Baca juga : Pedasnya Tidak Terasa Lagi
“Yang sulit diterima, jika dalam menghadapi ancaman serius terhadap kesehatan publik seperti ini masih ada yang mempertahankan agenda-agenda lainnya, selain tidak relevan, juga sebenarnya masih bisa ditunda, karena tidak mengandung kegentingan yang memaksa,” kata AHY dalam pidato kebangsaan yang diselenggaran CSIS, kemarin. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya