Dark/Light Mode

Tawari Novel Cs Jadi ASN Polri

Kapolri Tidak Basa-basi

Minggu, 3 Oktober 2021 07:50 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Foto: Dok. Humas Polri)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Foto: Dok. Humas Polri)

 Sebelumnya 
Selama bergabung di komisi antirasuah, pihaknya bertugas memberantas korupsi untuk kepentingan negara dan bangsa. Karenanya, ketika Sigit berniat meminangnya, Novel menganggap sebagai panggilan dari negara.

Terlebih lagi, tawaran Sigit adalah mengawasi dana penanggulangan Covid-19 dan dana Pemulihan Ekonomi Nasional. Dia bilang, dua anggaran itu berhubungan dengan kepentingan orang banyak.

Baca juga : Novel Cs Nunggu Diundang Kapolri

“Ketika negara memanggil untuk kepentingan pemberantasan korupsi, tentu kami akan melihat itu sebagai jalan perjuangan yang penting,” tegasnya.

Sementara, mantan penyidik KPK, Hotman Tambunan mengatakan, pihaknya belum dapat memutuskan untuk menerima tawaran tesebut. Mereka akan berkonsolidasi dan berkonsultasi terlebih dulu dengan Ombudsman dan Komnas HAM, yang sebelumnya sudah mengirimkan rekomendasi kepada Presiden Jokowi.

Baca juga : Mahfud: Stop Polemik TWK!

Sementara itu, anggota Komisi II DPR Guspardi Gaus meminta Polri berkoordinasi dengan Kemenpan RB dan BKN untuk melihat aturan menarik para penyidik KPK masuk Polri. “Agar jangan menyalahi aturan dan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Terpisah, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI), Boyamin Saiman berharap, Novel Cs segera mengambil keputusan tawaran Sigit ini. Karena Sigit mengajak dengan tangan terbuka. Tidak ada narasi yang sifatnya merendahkan atau meninggikan.

Baca juga : Jenderal Sigit Banjir Pujian

Bahkan, ajakan ini menggugurkan stigma mereka yang tidak lulus TWK berstatus merah dan tidak bisa dibina. “Ajakan Kapolri ini tidak perlu ada yang dipikirkan lagi, karena ajakannya serius,” tandas Boyamin. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.