Dark/Light Mode

Bupati Kuansing Ngotot Nggak Di-OTT, Tapi Serahkan Diri

KPK: Itu Hak Mereka...

Rabu, 20 Oktober 2021 14:21 WIB
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar. (Foto: Tedy Kroen/Rakyat Merdeka)
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar. (Foto: Tedy Kroen/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bupati Kuansing Andi Putra melalui kuasa hukumnya membantah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Yanh ada, Andi mendatangi KPK saat diminta penyelidik ke Polda Riau.

Apa tanggapan KPK? Komisi pimpinan Firli Bahuri cs itu tak peduli dengan bantahan Andi. Tetap saja, ditegaskan KPK, penangkapan Bupati Kuansing itu masuk dalam kategori OTT.

Berita Terkait : Siang Ini, Bupati Kuansing Tersangka Suap Dibawa Ke Jakarta

"KPK bekerja sesuai dengan mekanisme dan aturan yang ada," ujar Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar di Jakarta, Rabu (20/10).

Lili menghormati sikap Andi yang menolak disebut tertangkap dalam OTT. Menurutnya, hal itu merupakan hak Andi.

Berita Terkait : Ada Masalah Teknis, Bupati Kuansing Nggak Dipajang KPK

"Boleh saja tersangka melalui penasehat hukumnya menyangkal mengatakan apapun, itu hak mereka juga, tidak jawab juga sama, hak mereka tuh ada, jadi kita hormati," selorohnya, cuek.

Direktur Penyidikan KPK Setyo Budiyanto membenarkan, Andi menyerahkan diri ke Polres Riau saat diminta oleh penyelidik.

Berita Terkait : Bupati Kuansing Yang Dicokok KPK Punya Harta Rp 3,7 M

Namun, tindakan itu dilakukan atas tangkap tangan yang terjadi pada penyuapnya sebelumnya. Sehingga, upaya Andi mendatangi Polres Riau masih termasuk dalam kegiatan OTT KPK.

"Tentunya penyidik sudah mendapatkan alat bukti yang lain, yang sudah diyakini, artinya yakin berdasarkan alat bukti tersebut, patut diduga telah terjadi pemberian dari SDR (General Manager PT Adimulia Agrolestari Sudarso) kepada AP (Andi Putra)," ujar Setyo.
 Selanjutnya