Dark/Light Mode

Eropa Dan China Krisis Energi

Garap SDA, RI Miliki Peluang Raup Cuan

Minggu, 24 Oktober 2021 06:30 WIB
Presiden Joko Widodo. (Foto: Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden).
Presiden Joko Widodo. (Foto: Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden).

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah negara Eropa dan China tengah mengalami krisis energi. Kondisi tersebut merupakan peluang bagi Indonesia meraup cuan (untung) mengingat bangsa ini memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta, beberapa daerah di Tanah Air yang kaya akan SDA memanfaatkan mo­mentum ini untuk meningkatkan perekonomian yang sempat anjlok akibat pandemi.

“Krisis ini membawa manfaat bagi beberapa daerah di Tanah Air. Kita diuntungkan karena harga komoditas naik, saya kira daerah yang memiliki kelapa sawit hingga batubara senang semuanya,” kata Jokowi dalam acara virtual di Istana Bogor, Rabu (20/10).

Berita Terkait : Eropa Dan China Krisis Energi, Waspada, Guncang Neraca Perdagangan

Diterangkan Presiden, daerah yang memiliki nikel dan tembaga juga ikut senang. Sebab ekonomi di daerah tersebut memiliki komoditas yang nilainya akan merangkak naik.

Ia mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) harus meman­faatkan momentum tersebut den­gan meningkatkan perdagangan SDA. Ekonomi harus meng­geliat kembali pasca dihantam pandemi Covid-19.

“Pemerintah Daerah harus saling bekerja sama dalam bi­dang perdagangan. Harus ada perluasan pasar ekspor baru. Dan jangan lupa pasar dalam negeri yang sangat potensial karena penduduk kita 270 juta jiwa,” ujarnya.

Berita Terkait : Eropa Dan China Krisis Energi, Ini Momentum Kebut EBT

Selain itu, lanjut Jokowi, pertumbuhan masyarakat kelas menengah yang sangat pesat belakangan ini harus digarap untuk memperkuat industri da­lam negeri. Jangan sampai pasar yang sangat besar ini diambil produk-produk negara lain.

Untuk diketahui, sejumlah negara di Eropa seperti Inggris, Jerman mengalami krisis energi. Krisis ini imbas dari naiknya aktivitas perekonomian pasca pandemi Covid-19, namun tidak sebanding dengan persediaan pasokan. Kondisi serupa juga terjadi di India dan China.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartar­to menegaskan, Pemerintah terus berupaya memperbaiki iklim investasi guna meningkatkan daya saing investasi di sektor energi melalui berbagai insen­tif. Ini akan membawa dampak yang positif bagi perekonomian Indonesia.

Berita Terkait : Basarah Ajak Mahasiswa Teladani Nilai Persatuan Para Syudaha Bangsa

‘Hal itu akan meningkat­kan penerimaan negara yang dapat dipergunakan sebagai modal pembangunan nasional dan pemulihan ekonomi,” ujar Airlangga.

Untuk mencegah krisis energi berdampak negatif ke Indonesia, Airlangga memastikan Pemerintah terus melakukan transisi energi. Pemerintah akan mem­berikan insentif bagi penggu­naan energi bersih seperti energi terbarukan.
 Selanjutnya