Dark/Light Mode

Minta Pemerintah Netral Di Muktamar NU

Kiai Said Dijawab Istana

Sabtu, 13 November 2021 07:50 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj. (Foto: Istimewa)
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Untuk diketahui Muktamar ke-34 bakal digelar 25-26 Desember 2021 di Lampung. Sejauh ini ada lima nama yang masuk dalam bursa calon Ketua Umum PBNU. Mereka adalah KH Marzuki Mustamar, KH Hasan Mutawakkil Alallah, KH Said Aqil Siradj, KH Bahaudin Nursalim atau Gus Baha, dan KH Yahya Cholil Staquf.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin pun ikut berkomentar soal Muktamar NU. Dia meminta, Muktamar NU mengutamakan musyawarah. “Kedepankan dulu musyawarah, sehingga suasananya sejuk,” kata Ma’ruf usai menerima kunjungan Ketua Steering Committee (SC) M. Nuh, Sekretaris SC Asrorun Niam Soleh, Ketua Organising Committee (OC) M. Imam Aziz, serta Sekretaris OC Syahrizal Syarif di kediamannya, kemarin.

Baca juga : DPR Minta Pemerintah Percepat Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun

Ma’ruf berpesan, semua pihak menaati peraturan yang sudah disepakati dan diterapkan pada Muktamar NU sebelumnya. Termasuk dalam pemilihan rais aam, ketua umum dan pengurus.

Terkait dengan omongan Said Aqil, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno punya penilaian sendiri. Dia menduga, ada persaingan ketat dalam memperebutkan kursi orang nomor satu di PBNU.

Baca juga : Hore!! Pemerintah Korsel Kembali Buka Penempatan PMI

Dia bilang, jarang sekali seseorang mengingatkan pemerintah untuk bersikap netral dalam menyikapi perhelatan akbar yang akan diselenggarakan sebuah organisasi. “Ini jadi bukti persaingan Ketum PBNU makin panas,” katanya.

Menurut dia, terlalu jauh mengaitkan Jokowi dengan urusan pemilihan Ketum PBNU yang baru. Dan Jokowi tak mungkin ikut campur.

Baca juga : Komisi IX DPR Minta Pemerintah Antisipasi Agar Tak Ada Vaksin Covid Kedaluwarsa

Akan tetapi, pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah itu, menyebut NU tak bisa dijauhkan dari sifat-sifat kekuasaan. Banyak elite dan kader NU yang ada di dalamnya. Baik yang jadi pengurus partai, anggota dewan, di kementerian, maupun di BUMN. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.