Dark/Light Mode

Desa Siluman

Kamis, 21 Februari 2019 07:50 WIB
Ngopi - Desa Siluman
Catatan :
ADITYA NUGROHO

 Sebelumnya 
Bahkan ada yang menilai jadi petani kurang keren. Kondisi cuaca di sana yang tak bisa ditebak.Cuaca di Desa Siluman sangat panas. Bahkan, hujannya pun jarang. Petani harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli BBM buat mesin penyedot air supaya sawahnya tetap ada airnya.

Memang sudah ada jalur irigasi, tapi belum semuanya bisa teraliri. Bahkan ketika panen, petani tidak bisa langsung menikmati hasil kerja kerasnya itu. Sebab, biasanya para bandar (pembeli gabah) bayarnya dengan cara dihutang.

Baca juga : Drama Bola

Ditambah, saat panen harga gabah juga biasanya turun. Tak heran banyak warga Desa Siluman yang banting stir menjadi tukang meubel. Saat ini, di desa tersebut berdiri banyak pabrik meubel rumahan. Bisnis ini lebih menjanjikan dan menciptakan orang-orang kaya baru.

Produk meubel produksi Desa Siluman sudah dijual ke seluruh Indonesia. Produknya juga terkenal berkualitas dan murah. Persaingannya pun sangat ketat. Dengan semakin berkembangnya bisnis meubel dan munculnya pabrik-pabrik besar di wilayah Pabuaran dan sekitarnya membuat pekerjaan bertani mulai ditinggalkan.

Baca juga : Dua Sikap

Saat ini yang bertani hanya orang-orang tua. Agar kegiatan bertani di Desa Siluman tidak hilang perlu ada regenerasi. Caranya dengan terus meningkatkan kesejahteraan petani dan memperbaiki infrastrukturnya. Sehingga anak muda mau kembali ke sawah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :