Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Redaktur
RM.id Rakyat Merdeka - Kak Ning, istrinya Bang Togar, tetangga beda gang di kompleks perumahan saya di Ujung Menteng, Jakarta Timur. Saat itu, Kak Ning sedang ke warung depan kompleks, membeli deterjen.
Di Warung Si Oppung, ada beberapa ibu sedang belanja kebutuhan dapur. Istri saya juga sedang membeli beberapa paganan kecil buat jajan anak-anak kami, di warung itu.
Kak Ning bercerita, dia mendapat lagi bansos bantuan sembako dari Pemprov DKI Jakarta. Isinya, tak jauh beda. Ada minyak goreng, sarden, gula, teh, roti, dan beras. Tapi tidak ada deterjen.
Baca juga : WA-an Terakhir Dengan Mas Kris
Kak Ning menanyakan kepada ibu-ibu yang lainnya, apakah juga dapat bansos sembako itu. Beberapa bilang dapat. Yang lainnya diam saja dan menunggu respons yang lainnya.
Namun, ada yang aneh. Salah seorang ibu, tetangga saya juga, bilang bahwa dia juga dapat bansos sembako di rumahnya. Dibawa oleh suaminya, yang bekerja di sekitar Jakarta Pusat. “Iya, dapat. Sayangnya, berasnya rusak. Padahal bungkusnya bagus,” ujarnya.
Kak Ning ingin memastikan kerusakan yang dimaksud. “Berasnya rusak bagaimana maksudnya, Mbak?”
Baca juga : Kris, Bapak Siaga yang Tak Pernah Mengeluh
“Itu loh, beras Covid-19. Pas saya buka, berasnya hancur, kaya makanan untuk ayam,” jawab si ibu.
Dia mengatakan, beras yang dikemas dalam karung ukuran 5 kilogram itu tidak bisa dipergunakan sama sekali. Tidak bisa dimasak untuk dimakan. “Saya kasih saja ke tetangga, untuk dikasih jadi makanan hewan,” sahutnya.
“Ya, mestinya beras bagus dong. Yang, saya dapat bagus kok berasnya. Kok ada aja yang gak bener ya ngasih berasnya, ya,” jawab Kak Ning.
Si ibu juga merasa ditipu. Masa beras rusak dijadikan beras bansos? “Ya masa dikasih beras begitu sih? Emangnya kita hewan?” cetusnya.
Kak Ning berupaya bersimpati kepada sahabatnya yang juga tetangganya itu. “Ya begitulah. Namanya juga beras Covid. Semoga enggak ada yang begitu lagi ya Mbak,” ucap Kak Ning.
Jhon Roy Pangibulan Siregar, Wartawan Rakyat Merdeka
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.