Dark/Light Mode
- Gelar Apel, Kapolres Bogor Antisipasi Potensi Gesekan Suporter Persija-Persib
- Gempa M5,9 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa Hingga Mentawai
- BNPB Laporkan Karhutla Di 4 Daerah, 7,6 Hektare Lahan Terbakar
- Tutup KPPD IV, Gubernur Lemhannas: Kepala Daerah Perlu Berwawasan Global
- TNI Perkuat Penanganan Karhutla dan Bencana, Tuai Apresiasi di Medsos
Redaktur
Sebelumnya
Namun dari semua ceritanya, hal yang paling berkesan, ONO itu ternyata sangat sayang dengan bapaknya. Kepada teman-teman, ONO biasa menyebutnya “babeh gue”. Setiap bapaknya sakit, ONO selalu setia mengantar dan merawatnya.
Baca juga : Pesan Terakhir ONO
Makanya kalau ada masalah di keluarga, bapaknya akan selalu minta tolong sama ONO. Dan ONO tidak pernah sekalipun menolak. “Babeh gue keras perangainya. Tapi, ya gue kan anaknya die. Gue sih sayang Babeh gue,” cerita ONO beberapa waktu lalu.
Baca juga : Hilangnya Suara Oposisi
Sejak pandemi Covid-19 melanda, kami sudah sangat jarang bertemu. Bekerja jarak jauh. Rasanya, sepi jikalau whatsApp group di kantor tidak ada ONO. Sepi canda dan tawa.
Hanya hitungan hari dari percakapan di grup, ONO meninggal dunia pada Minggu (03/01). Kiranya Tuhan Sang Pemilik Kehidupan, menempatkanmu di sisi terbaik-Nya. Tenanglah dalam damai Sobat. Tenanglah di keabadian. [Jhon Roy P Siregar/Wartawan Rakyat Merdeka]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.