Dark/Light Mode

Ditimbun Di Tanah Dan Membusuk

Sedihnya, Puluhan Karung Beras Bisa Terbuang Sia-sia

Rabu, 3 Agustus 2022 07:25 WIB
Kondisi barang diduga bansos presiden di Kawasan Kampung Serab, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat (31/7/2022). (Antara Foto).
Kondisi barang diduga bansos presiden di Kawasan Kampung Serab, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat (31/7/2022). (Antara Foto).

 Sebelumnya 
Bukhori pun menyayangkan perlakuan terhadap beras bansos yang dikubur. Sebab, itu melukai perasaan masyarakat miskin dan tidak bijaksana.

“Jika benar beras tersebut sengaja ditimbun lantaran diklaim rusak atau tidak layak konsumsi, kami agak ragu dengan keterangan tersebut,” kata dia.

Padahal kata Bukhori masih ada cara lain supaya beras terse­but tidak terbuang sia-sia. Seperti dijual kembali ke pihak lain se­bagai campuran pakan ternak. “Setidaknya, itu bisa lebih ber­manfaat dan tidak menimbulkan kecurigaan,” imbuhnya.

Baca juga : Maming Jadi Tersangka Tunggal

Untuk itu, dia mendukung kepolisian mengusut tuntas kasus penimbunan beras tersebut. Sehingga, terungkap fakta dan pihak yang harus bertanggung jawab atas penimbunan beras itu.

Sementara, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengatakan, beras tersebut pada saat ditimbun kondisinya sudah tidak layak konsumsi. Beras rusak dalam perjalanan menuju ke KPM.

“Dalam hal ini disalurkan oleh Bulog melalui transporter JNE dengan kemasan 20 kilogram dan lima kilogram,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK Andie Megantara dalam keterangannya, kemarin.

Baca juga : Sri Mulyani: Pembiayaan Penurunan Emisi Karbon Bisa Pakai Sukuk Wakaf

Andie bilang, beras yang dikubur di Depok merek Beras Kita kurang lebih satu ton dan merupakan beras Bantuan Khusus Presiden (Banpres) tahun 2020.

Banpres disalurkan ke 1,9 juta KPM di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek). Setiap keluarga terdampak pandemi Covid-19 mendapat bantuan 25 kilogram beras.

“Beras yang ditemukan (di­kubur di Depok) tersebut diduga berasal dari penyaluran Banpres Tahap 2 dan 4 Tahun 2020,” pungkasnya. [TIF]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.