Dewan Pers

Dark/Light Mode

BURT DPR: Peran Jurnalis Sangat Penting Untuk Bentuk Opini Positif

Sabtu, 6 Agustus 2022 10:49 WIB
Wakil Ketua BURT Achmad Dimyati Natakusuma saat membuka acara Forum Komunikasi dan Sosialisasi Kinerja DPR dengan tema ‘Perkuat Kolaborasi Media dan Parlemen, Wujudkan Parlemen Modern, di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (5/8). 
Wakil Ketua BURT Achmad Dimyati Natakusuma saat membuka acara Forum Komunikasi dan Sosialisasi Kinerja DPR dengan tema ‘Perkuat Kolaborasi Media dan Parlemen, Wujudkan Parlemen Modern, di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (5/8). 

RM.id  Rakyat Merdeka - Peran para jurnalis sangat penting dalam mendukung pembentukan opini yang positif, khususnya terkait kinerja Legislatif.

Sehingga, kerja-kerja DPR dalam menjalankan fungsinya, yakni pengawasan, legislasi, dan anggaran, dapat makin optimal.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Achmad Dimyati Natakusumah saat membuka Forum Komunikasi dan Sosialisasi Kinerja DPR RI dengan tema ‘Perkuat Kolaborasi Media dan Parlemen, Wujudkan Parlemen Modern’ pada Pers Gathering di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (5/8).

Dimyati mengibaratkan parlemen sebagai sebuah kapal besar, di mana jurnalis harus mendukung ‘kesebelasan’ DPR dalam upaya membentuk opini publik yang baik.

Berita Terkait : Hanura Pilih Tanggal Cantik Daftar Ke KPU

Sedangkan jurnalis, sebagai suporter, membuat opini dan pemikiran-pemikiran agar opini publik bagus terhadap DPR. Dimyati menekankan, dalam menguatkan ‘kapal’ tersebut, media memiliki tugas antara lain dengan membuat strategi komunikasi publik yang baik.

Dengan begitu, apabila ada pihak-pihak yang membuat opini buruk terhadap DPR, dapat diredam agar tidak menjadi citra negatif.

"Mulai sekarang bagaimana kelola keadaan darurat tersebut sehingga tidak kalah dengan jurnalis di eksekutif dan yudikatif," kata politikus PKS ini.

Sementara Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Indra Iskandar menegaskan, pihaknya berkomitmen memperkuat dukungan teknologi informasi khususnya dalam mendukung kinerja parlemen dalam mewujudkan parlemen modern.

Berita Terkait : BAKN DPR Dorong Optimalisasi Penerimaan Cukai Sesuai Target

"Penggunaan teknologi informasi sangat dibutuhkan bagi DPR untuk membuka akses masyarakat memperoleh informasi terkait kegiatan parlemen," ujar Indra dalam diskusi Forum Kolaborasi Media dan Parlemen di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (5/8).

 

Menurut Indra, teknologi informasi menjadi sarana bagi masyarakat untuk dapat mengakses berbagai keputusan yang dihasilkan DPR misalnya setiap rapat alat kelengkapan dewan (AKD) dan Rapat Paripurna, hasilnya bisa langsung diakses masyarakat.

"Kami ingin apapun hasil rapat AKD bisa langsung diakses publik, termasuk masyarakat di daerah pemilihan (dapil) dapat mengetahui apakah wakilnya mengutamakan kepentingan daerah," ujarnya.

Memang, Indra mengakui, selama ini ada kesan kinerja DPR tidak transparan misalnya dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan RUU Cipta Kerja.

Berita Terkait : PKS Mending Gandeng Demokrat Dan NasDem

Karena itu dia berharap, dengan terwujudnya parlemen modern dengan pemanfaatan teknologi informasi, kesan publik terhadap kinerja parlemen yang tertutup, tidak ada lagi.

"Untuk mewujudkan parlemen modern tersebut, DPR memerlukan dukungan media dalam menyebarluaskan informasi kepada publik," tandasnya. ■