Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Program B50 Dinilai Perkuat Swasembada Energi dan Tekan Impor BBM
- S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Investor Tetap Kuat
- Igor Tolic Ungkap Alasan Pilih Gabriel Mutombo Jadi Benteng Baru Persib
- Resmi, Lilipaly Berseragam Semen Padang FC
- Piala AFF 2026, Marc Klok Bidik Prestasi Bersama Timnas Indonesia
Rapid Test Berbayar
Gus Jazil: Tolong, Jangan Tambah Lagi Beban Masyarakat
Rabu, 24 Juni 2020 21:08 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid alias Gus Jazil meminta Kementerian Kesehatan, dan lembaga yang terkait dengan penanganan pandemi Covid-19, untuk tidak membebankan masyarakat dengan mengeluarkan biaya rapid test.
Gus Jazil menilai, hal itu malah semakin memberatkan warga. Biayanya tak sedikit, bisa mencapai ratusan ribu.
Baca juga : Terapkan Protokol Kesehatan, Gus Jazil Minta Kemenag Turun Tangan Bantu Pesantren
“Masyarakat sekarang susah. Sehingga, jangan dibebani lagi dengan biaya-biaya yang lain,” ujar Gus Jazil kepada wartawan, Jakarta, Rabu (24/6).
"Kemarin, diberi sembako. Tetapi sekarang, malah disuruh membayar rapid test. Ya itu namanya sama saja. Tidak ada yang dibantu. Seharusnya kan, disediakan dengan cara yang murah,” kata pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur itu.
Baca juga : Ikatan Istri Partai Golkar Sosialisasikan Pola Hidup Sehat Ke Masyarakat
Dalam soal rapid test, dirinya meminta agar pemerintah menghitung kembali skema rapid test kepada masyarakat. Biaya murah bukan hal yang mustahil. Apalagi, bangsa ini sudah bisa membikin produk sendiri. “Saya dengar produk dalam negeri sudah ditemukan. Mestinya kan murah itu,” ungkapnya.
Koordinator Nasional Nusantara Mengaji itu menegaskan perlunya sosialisasi dalam kegiatan rapid test. Petugas yang berada di lapangan, mestinya mengetahui mana orang yang mampu atau tidak mampu membayar rapid test.
Baca juga : Soal Kartu Prakerja, Gus Jazil Sarankan Pemerintah Ikuti Saran KPK
"Intinya, masyarakat yang sudah susah, jangan ditambah bebannya. Biaya rapid test bisa buat belanja masyarakat kecil, untuk hidup setengah bulan. Saya sepakat, rapid test digelar namun dengan biaya yang murah. Caranya, dengan memberi subsidi bagi masyarakat kecil. Jadi, kalau rapid test digelar di Puskesmas, maka Puskesmas itu mestinya mendapat subsidi,” pungkas Gus Jazil. [QAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya