Dark/Light Mode

Petani Sawit Butuh Tanaman Sela untuk Bertahan di Tengah Pandemi

Jumat, 28 Agustus 2020 20:20 WIB
Para petani sawit Riau menerima bantuan dari Anggota Komisi XI DPR Marsiaman Saragih (Foto: Istimewa)
Para petani sawit Riau menerima bantuan dari Anggota Komisi XI DPR Marsiaman Saragih (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi XI DPR Marsiaman Saragih meminta pemerintah memberikan perhatian khusus kepada petani sawit. Sebab, kondisi mereka saat ini sedang kesulitan. Apalagi bagi petani yang baru memulai musim tanam.

Marsiaman mengatakan, para petani sawit butuh waktu tiga tahun untuk bisa menikmati hasilnya. Selama menunggu, para petani butuh tanaman sela untuk menyambung hidup. Tanpa ada bantuan ini, mereka akan kesulitan. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini.

"Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) atau Dinas Perkebunan di daerah, bisa memberikan bantuan dalam bentuk tanaman sela kepada para petani sawit untuk mengisi waktu hingga panen sawit tiba," ujar Marsiaman, dalam keteranganya, Jumat (28/8).

Berita Terkait : Biar Lebih Nendang, Perluas Penerima Banpres Produktif

Tanaman sela yang dibutuhkan petani, kata Marsiaman, bisa dalam bentuk cabe, sayuran, atau buah-buahan yang bisa dipanen dalam waktu cepat. "Hasil panen dari tanaman sela bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," saran dia.

Untuk membantu para petani sawit, kata politisi PDIP ini, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah membentuk Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Badan tersebut ditugaskan untuk mengucurkan dana sebesar Rp 25 juta setiap hektar ke para petani untuk replanting tanaman sawit. Namun, bantuan yang diberikan maksimal hanya untuk 4 hektare atau senilai Rp 100 juta. "Bantuan turun juga tidak serempak, sehingga para petani harus menunggu lama demi mendapatkan uang itu," kata dia.

Untuk kebutuhan sehari-hari, kata Marsiaman, para petani juga telah mendapat bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) dalam bentuk Program Keluarga Harapan (PKH). "Tapi, bantuan sembako biasanya hanya bisa bertahan dalam beberapa hari," kata anggota Dewan dari daerah pemilihan Riau 2.

Berita Terkait : PAN Siap Akomodasi Masukan Buruh Di RUU Cipta Kerja

Untuk itu, Marsiaman menyarankan adanya sinergi bantuan antara Kemenkeu, Kemensos, Kementerian Pertanian, dan juga Pemda dalam membantu para petani sawit. Tujuanya, agar para petani sawit bisa melewati pandemi corona dengan baik. "Jangan sampai mereka kesulitan pangan," wanti-wanti dia.

Tak lupa, Marsiaman memuji pemerintah yang sangat responsif dalam menangani dampak corona. Stimulus bantuan yang diberikan pemerintah juga beraneka ragam. Dia mencontohkan, seperti bantuan modal kerja (BMK) untuk 12 juta pelaku UMKM sebesar Rp 2,4 juta, menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa, diskon listrik sebesar 100 persen kepada rumah tangga golongan pelanggan 450 VA dan 50 persen ke pelanggan 900 VA hingga Desember 2020, dan juga bantuan berupa subsidi gaji bagi pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta.

Dengan adanya berbagai macam bantuan pemerintah, dia berharap masyarakat, termasuk para petani sawit, tidak terlalu terbebani dengan dampak Covid-19. "Semoga akhir Desember pandemi corona segera berakhir dan masyarakat bisa kembali hidup normal," tutupnya. [TIF]