Dewan Pers

Dark/Light Mode

MKD DPR: Laporan Masyarakat Soal Perkara Azis Belum Ditutup

Senin, 6 September 2021 08:47 WIB
Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR Trimedya Panjaitan. (Foto: Ist)
Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR Trimedya Panjaitan. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR Trimedya Panjaitan mengatakan, kasus Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin belum ditutup. Pihaknya akan segera mengagendakan mengundang pelapor.

Hal itu disampaikan Trimedya terkait surat dakwaan dugaan kasus korupsi yang menyebut Azis ikut menyuap mantan penyidik KPK Stephanus Robin Pattuju senilai Rp 3 miliar, dalam kasus jual beli jabatan oleh Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial.

Berita Terkait : Bamsoet: MPR Terbuka Atas Aspirasi Masyarakat Terkait PPHN

"Ini kan sudah longgar (PPKM). Beberapa anggota dewan sedang ada kegiatan lain. Mungkin Minggu depan kita agendakan rapat lagi," jelas Trimedya kepada RM.id, Senin (6/9).

Kendati demikian, politisi PDI Perjuangan itu mengaku,  pihaknya belum menerima laporan resmi dari tenaga ahli MKD terkait laporan masyarakat tentang ihwal ini. Sebab, dia bilang bisa saja bentuk laporannya tidak memenuhi syarat.

Berita Terkait : Berdayakan Masyarakat, Arief Siapkan Program Tangerang Bangkit

"Misalnya akte tidak jelas atau tidak dilengkapi. Ya, kita meminta laporan tenaga ahli dan kita akan panggil pelapor," imbuhnya.

Di samping itu, MKD akan mencermati proses yang ada di KPK. Karena surat dakwaan itu belum tentu terbukti di persidangan. Apakah surat dakwaan akan kembali bunyi dalam putusan, itu tidak bisa jadi ukuran semata-mata jadi putusan.

Berita Terkait : Bantu UMKM, SRC Dorong Masyarakat Belanja Di Toko Kelontong

"Namanya tugas jaksa kan mendakwa. Jadi tunggu saja sampai Pak Azis diperiksa di persidangan. Kita tidak mau mendahului," papar politisi asal Sumatera Utara itu.

Apa putusan MKD jika menyidang legislator? "Putusannya sesuai tata beracara dan perundang-undangan, mulai dari teguran lisan sampai dengan pemecatan," terang Trimedya. [UMM]