Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Soal Tawaran Kursi Menteri Jokowi
Elite Gerindra Minta BPN-TKN Tak Berkomentar
Kamis, 6 Juni 2019 15:57 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menyebut Partai Gerindra kegeeran lantaran mengklaim pernah ditawari kursi menteri oleh capres petahana itu.
Menanggapi hal itu, Waketum Gerindra Ahmad Sufmi Dasco mengimbau semua pihak yang tidak mengetahui hal yang sebenarnya agar tidak berkomentar.
Baca juga : Percaya MK, BPN Tak Peduli Kritikan TKN
"Saya imbau teman-teman dari BPN dan TKN yang tidak mengetahui yang semestinya terjadi sebaiknya tidak usah komentar," kata Dasco kepada wartawan, Kamis (6/6).
Dasco mengatakan dalam politik, adanya proses tawar menawar merupakan hal yang wajar pasca Pilpres digelar. Pun, soal ditolak atau diterima. Anggota Komisi III DPR itu pun meminta semua pihak untuk menahan diri memberikan komentar-komentar sembarangan.
Baca juga : Relawan Jokowi Diminta Tetap Tenang
"Itu bisa membuat suasana dan situasi tidak kondusif," selorohnya. Klaim soal ini sebelumnya disampaikan oleh politikus Gerindra Andre Rosiade. Dia menyebut, bukan hanya PAN dan Demokrat yang ditawari kursi menteri. Gerindra juga.
"Itu yang pernah kita dengar, dan bahkan saya mendengar tawaran itu sendiri dari berbagai tokoh di pihak Pak Jokowi. Tapi sekali lagi itu hak mereka ingin berharap seperti apa," tutur Andre kepada wartawan, Kamis (6/6).
Baca juga : Situng KPU Capai 83,80 Persen, Jokowi Semakin Tak Terkejar
Apa yang disampaikan Andre itu dibantah oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin. TKN meminta Gerindra untuk tidak geer.
"Jangan dulu kegeeran ya, jangan geer, deh. Ketemu saja belum dengan Partai Gerindra, kok sudah merasa ditawari kursi menteri di kabinet," bantah Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya