Dark/Light Mode

Serukan Pendukungnya Tidak Demo

Meski Sudah Terlambat, Tapi Prabowo Insyaf

Kamis, 13 Juni 2019 05:01 WIB
Serukan Pendukungnya Tidak Demo Meski Sudah Terlambat, Tapi Prabowo Insyaf

 Sebelumnya 
Tak hanya TKN, warganet juga ikut menyampaikan apresiasi ke Prabowo. Imbauan tersebut dianggap akan mendinginkan suasana. “Saya apresiasi dan hanya bisa memberikan doa semoga proses di MK berjalan lancar,” ujar akun @de_kamal.

Namun, ada juga yang masih nekat. Akun @putjoe1, misalnya. Dia mengaku ingin menyaksikan persidangan langsung di Gedung MK. “Kami hanya ingin mengawal proses di MK, apa yang salah,” cetusnya.

Baca juga : 81 Persen Pemudik Sudah Kembali Ke Jawa

Ada juga yang menganggap imbauan Prabowo ini sudah terlambat. Kalau dari awal, Prabowo meminta pendukungnya tidak turun ke jalan, mungkin kerusuhan 22 Mei tidak akan terjadi. “Baru ngomong sekarang, setelah pelaku rusuh 22 Mei ditangkapin. Coba dari awal. Tapi syukurlah sudah insyaf,” ledek @maximillian2018.

Ketua DPR Bambang Soesatyo ikut memberi imbauan. Dia mengajak semua pihak menjaga situasi keamanan yang sudah kondusif ini. “Saya meminta semua pihak, khususnya para kontestan pemilihan presiden, tidak ada yang melakukan pengerahan massa. Biarkan proses hukum yang berjalan di MK bebas dari tekanan pihak mana pun,” ujarnya, kemarin.

Baca juga : Tidak Harus Dipaksakan Ketemu, Karena Jokowi Tidak Bermasalah Dengan Prabowo

Politisi yang akrab disapa Bamsoet ini menegaskan, MK merupakan lembaga negara yang diberikan mandat oleh Konstitusi UUD 1945 untuk mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang bersifat final terhadap perselisihan hasil Pemilu. “Mari kita berikan kesempatan kepada para hakim konstitusi untuk menjalankan tugas dan kewajibannya dengan sebaik-baiknya,” ajaknya.

Penghormatan terhadap MK, tambahnya, merupakan bagian dari penghormatan terhadap konstitusi negara. Karenanya, apa pun putusan MK, wajib diikuti dan ditaati oleh seluruh pihak. Bukan hanya kepada penggugat, tergugat, maupun pendukungnya. Melainkan juga kepada seluruh bangsa Indonesia sebagai bagian tak terpisahkan dari sistem kesatuan ketatanegaraan.

Baca juga : BKS Instruksikan Petugas Awasi Ketat Aspek Keselamatan

Untuk aparat keamanan, Bamsoet meminta bersikap tegas mencegah dan menindak jika ada pihak-pihak yang ingin menganggu jalannya sidang di MK. “Jangan biarkan persatuan dan kesatuan bangsa tercabik-cabik karena kepentingan politik golongan tertentu,” tandasnya. [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.