Dark/Light Mode

Pasca Putusan MK Pukul 21.16

Ke Negeri Sakura Jokowi Terbang

Jumat, 28 Juni 2019 09:04 WIB
Di depan pesawat kepresidenan, Presiden Jokowi dan Kiai Maruf Amin merespons keputusan MK dengan penuh rendah hati, tadi malam., (Foto : ANTARA FOTO).
Di depan pesawat kepresidenan, Presiden Jokowi dan Kiai Maruf Amin merespons keputusan MK dengan penuh rendah hati, tadi malam., (Foto : ANTARA FOTO).

RM.id  Rakyat Merdeka - Beberapa menit setelah MK memutuskan sengketa hasil Pilpres 2019 pukul 21.16 WIB, Presiden Jokowi langsung terbang ke Jepang untuk menghadiri KTT G20.

Sebelum berangkat ke negeri sakura itu, Jokowi bersama Kiai Ma’ruf Amin menyampaikan pidato politik menanggapi putusan MK. Dalam pidatonya, Jokowi mengajak rakyat bersatu kembali membangun Indonesia. Kata dia, setelah putusan MK, tak ada lagi 01 dan 02. Yang ada hanya persatuan Indonesia.

Agenda Jokowi seharian kemarin lebih banyak berada di Istana. Sejak pukul 8 pagi, Jokowi sudah ngantor. Hanya saja, tak ada agenda eksternal. Tak ada pertemuan atau blusukan ke daerah. Jokowi lebih banyak menggunakan waktunya untuk persiapan menghadiri KTT G20 yang berlangsung hari ini dan besok, di Osaka, Jepang.

Menjelang magrib, baru ada gerakan. Beberapa Paspampres bergerak ke rumah Ma’ruf Amin di kawasan Menteng, Jakarta. Info yang beredar, Jokowi akan menyampaikan pidato politik menyikapi putusan MK di kediaman Ma’ruf.

Namun, sampai pukul 8 malam, sidang MK tak juga kelar. Agenda pun berubah. Akhirnya pidato Jokowi dan Ma’ruf digelar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Baca Juga : Menhan: Tangkap!

Di sini, Jokowi dua kali menyampaikan keterangan pers. Sebagai capres petahana, dan sebagai presiden. Sebagai capres, Jokowi mengenakan kemeja putih didampingi Ma’ruf Amin. Ada pun sebagai presiden, Jokowi mengenakan setelan jas didampingi Wapres Jusuf Kalla.

Jokowi berpidato di samping pesawat kepresidenan yang sudah siap tinggal landas menuju Jepang. Suara mesin pesawat sudah mendesing. Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan bahwa proses pemilu selama 10 bulan terakhir telah menjadi pembelajaraan pendewasaan masyarakat dalam berdemokrasi.

“Rakyat sudah berbicara, berkehendak, suara rakyat sudah didengar. Rakyat sudah memutuskan dan telah diteguhkan oleh jalur konstitusi dalam jalan bangsa yang beradab dan berbudaya. Kita telah melalui tahapan pendaftaran kampanye, kemudian pencoblosan, perhitungan suara, penetapan hasil rekapitulasi oleh KPU, pengawasan oleh Bawaslu, serta penyelesaian sengketa di MA dan MK,” tuturnya.

Semua tahapan, kata Jokowi, telah dijalani secara transparan dan konstitusional. “Syukur alhamdulillah malam hari ini kita telah sama-sama mengetahui hasil putusan MK. Kita menyaksikan proses persidangan di MK yang dilaksanakan secara adil dan terbuka dan disaksikan secara langsung oleh seluruh rakyat Indonesia melalui televisi dan media elektronik lainnya,”

kata Jokowi. Jokowi menekankan, putusan MK bersifat final dan sudah seharusnya semua pihak menghormati dan laksanakan putusan itu bersama-sama. Keberhasilan bangsa Indonesia menyelenggarakan pemilu yang jujur dan adil patut disyukuri bersama.

Baca Juga : Kurangi Belanja, Anggaran K/L 2020 Turun Jadi Rp 854 Triliun

Ia lalu mengucapkan terima kasih ke KPU, Bawaslu, dan DKPP yang melalui perannya masing-masing telah sukses memastikan terselenggaranya pemilu yang jujur dan adil. Terima kasih juga kepada para penegak hukum dan lembaga peradilan yang telah mengawal proses penegakan hukum pemilu yang adil. “Dan terima kasih kami sampaikan kepada Mahkamah Konstitusi yang telah memutus sengketa Pilpres secara adil dan transparan,” ucapnya.

Jokowi mengajak seluruh rakyat bersatu kembali bersama-sama membangun Indonesia. “Tidak ada lagi 01 dan 02, yang ada hanya persatuan Indonesia,” ungkapnya.

Kata Jokowi, walau pilihan politik berbeda, tetapi semua harus saling menghargai dan menghormati. “Perlu kami sampaikan bahwa presiden dan wakil presiden terpilih adalah presiden dan wakil presiden bagi seluruh anak bangsa. Bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Ia meyakini, kebesaran hati dan kenegarawanan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. “Mereka berdua memiliki visi yang sama dalam membangun Indonesia ke depan. Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang lebih maju, dan Indonesia yang lebih adil dan sejahtera,” tuturnya.

Terakhir, Jokowi berharap semoga amanah yang akan diembannya sebagai presiden dapat dijalankan sebaik- baiknya.

Baca Juga : Merakyat dan Suka Blusukan, Raja Malaysia Seperti Jokowi

“Saya dan Pak Kiai Haji Ma’ruf Amin berjanji akan menjadi presiden dan wakil presiden bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa kecuali,” pungkasnya.

Ma’ruf Amin juga bicara. Dia mengajak semua pihak bahu membahu membangun bangsa. Ma’ruf meminta semua elemen bangsa bersatu. “Tidak ada lagi friksi-friksi, karena kita semua satu, kita adalah Indonesia,” ujar dia. [BCG]