Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kandang Banteng Masih Gelap
Puan Belum Liat Tanda-tanda Dicapreskan
Minggu, 26 Juni 2022 07:02 WIB
Sebelumnya
Wartawan rupanya masih penasaran. Usai penutupan Rakernas, saat Mega bersama Puan dan Prananda Prabowo menyantap bakso di halaman Sekolah Partai, Mega kembali digoda soal nama capres dari PDIP. Ditanya begitu, Mega hanya tersenyum. Sementara Puan meminta bersabar.
"Ya udah ada dong. Pastinya cuma ada di dalem hati ibu ketum. Belum bisa disampaikan," kata Puan.
Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro menilai ada sejumlah alasan kenapa Megawati belum menyebut nama kader yang akan diusung sebagai capres. Menurut dia, pilpres masih lama. Mega ingin memberikan kesempatan kepada Puan untuk meningkatkan elektabilitasnya sampai nanti pendaftaran calon presiden tahun depan. Mega masih memberikan kesempatan kepada Puan bisa memenuhi kriteria yang diharapkan oleh publik.
Baca juga : Gibran Muridnya Prabowo
"Sehingga, saat nanti dimajukan oleh partai, dukungan terhadap Puan solid karena kepentingan PDIP bertemu dengan aspirasi publik," kata Agung, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.
Menurut Agung, PDIP punya dua nama yang bisa dipilih untuk menjadi calon presiden. Pertama, adalah Ganjar yang menurut survei elektabilitasnya unggul dibanding yang lain. Calon lainnya adalah Puan Maharani.
Agung menilai keputusan tak mengumumkan calon presiden lebih cepat juga cukup rasional. Pasalnya, PDIP telah memiliki tiket untuk bisa mengusung calon sendiri karena memenuhi syarat Presidential Threshold.
Baca juga : Menguatnya Imigran Muslim Di Negara Maju
Bagaimana peluang Puan? Pengamat politik Emrus Sihombing mengatakan, Puan sebenarnya memiliki rekam jejak yang bagus. Pernah menjadi ketua fraksi partai oposisi, menjadi menteri PMK, dan sebagai Ketua DPR. Soal rekam jejak, tak perlu diragukan lagi.
Persoalannya adalah elektabilitas Puan saat ini masih rendah. Ini yang menjadi tantangan. Jadi, kata dia, Puan harus mengelola dan mengoptimalkan bauran pemasaran komunikasi politik untuk bisa mendongkrak elektabilitas. Ini yang menjadi PR. Puan harus menyusun strategi yang baik dan terukur. Salah satu caranya dengan mengelola faktor promosi. Emrus menilai, Puan belum melakukan promosi yang baik. Sehingga namanya belum terwacanakan secara sistematis dan masif di ruang publik.
"Di waktu tersisa ini Puan harus mampu menawarkan gagasan yang bermanfaat untuk rakyat. Menawarkan gagasan-gagasan yang out the box untuk rakyat," kata Emrus.
Baca juga : Mayasari Bakti Operasikan 30 Bus Listrik Transjakarta
Selain itu, Puan disarankan untuk mengunjungi warga secara langsung untuk mendengar kesulitan dan masalah yang mereka hadapi. Meski PDIP belum menentukan nama capresnya, Emrus memprediksi Puan akan menjadi pilihan utama. Sebagai pemenang pemilu, sangat wajar bila PDIP mencapreskan sendiri jagoannya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya