Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kampanye Golkar Bidik Pemilih Milenial

Kamis, 24 November 2022 07:55 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Politisi Partai Golkar Dave Akbarshah Fikarno mengungkapkan, partainya menerapkan strategi untuk menarik suara generasi muda yang diperkirakan mencapai 60 persen dari total pemilih pada Pemilu 2024. 

Menurutnya, Golkar akan mengedepankan tokoh-tokoh muda sebagai wajah partai, sekaligus menarik perhatian generasi muda dengan kebijakan yang menyasar pemilih muda. Keduanya dilakukan bersamaan.

"Harus berbarengan ya. Tentu untuk terus mengingatkan dan mempertegas posisi Golkar dalam memperbesar porsi pemuda harus menampilkan politisi-politisi muda. Selain yang ada di internal Golkar, juga merekrut dari luar. Supaya generasi muda masuk Golkar, dan maju dalam pileg atau pilkada," tegas pria yang biasa disapa Dave Laksono, Rabu (23/11).

Selain itu, partai berlambang beringin itu juga memfokuskan pada kebijakan pro generasi muda. Salah satunya, memperjuangkan kebijakan perundang-undangan yang memihak pada kaum muda.

“Harus ada tindakan konkret dalam bentuk kebijakan yang berpihak pada generasi millenial. Misalnya, dalam kebijakan perundangan di DPR," ujarnya.

Sebelumnya, hasil survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang dirilis akhir September lalu menyebutkan, Partai Golkar menduduki posisi pertama untuk tingkat popularitas di kalangan generasi muda.

Berita Terkait : Golkar Kudu Terapkan Kampanye Yang Menyasar Pemilih Muda

Menurutnya, Fraksi Partai Golkar di DPR selama ini turut berupaya keras menggolkan berbagai kebijakan yang menjadikan generasi muda sebagai lokomotif. 

Seperti Omnibus Law, Desain Besar Olahraga Nasional, lalu Harmonisasi Pajak. Tiga hal ini berpihak ke generasi muda. Karena dengan itu, memudahkan generasi muda memiliki rumah, mencari pekerjaan, membuka lapangan pekerjaan, menarik investasi dari luar, transformasi ekonomi digital.

Selain itu, kader Golkar yang duduk di parlemen juga berupaya keras untuk menyampaikan dan membumikan capaian Ketum Golkar Airlangga Hartarto dalam bidang ekonomi. 

Selama ini, capaian dan kinerja apik Airlangga dalam bidang ekonomi dinilai kurang tersosialisasikan ke masyarakat. 

“Itu tugas kita di DPR untuk mempertegas benang merahnya," tuturnya.

Program Kreatif

Berita Terkait : Gencarkan Medsos MPO, Golkar Sasar Pemilih Milenial

Peneliti politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Aisah Putri Budiarti mengatakan, pemilih muda menjadi target dari banyak partai di Pemilu 2024. Jumlah yang besar dengan karakter yang khas harus bisa ditaklukkan oleh parpol. 

Berbasis data proyeksi populasi Bappenas, lebih dari 50 persen voters dalam pemilu 2024 merupakan pemilih muda dari usia 17 tahun sampai di bawah 40 tahun. 

“Mereka merupakan generasi melek informasi politik, meski tidak selalu aktif berorganisasi politik atau bahkan menyampaikan gagasan politiknya,” jelas wanita yang akrab disapa Puput itu, Rabu (23/11).

Menariknya, kebanyakan dari pemilih muda ini  tendensinya sebagai swing voters. Dan menentukan pilihan politik pada masa-masa akhir hari pemilihan. 

Hal ini yang menjadikan partai politik harus pintar-pintar meraih mereka menjadi pemilihnya dalam pemilu.

“Dalam konteks ini, strategi mendapatkan pemilih muda harus dipikirkan serius,” saran Puput. 

Berita Terkait : Permintaan Dolar Naik, Rupiah Makin Loyo

Puput mengatakan, selain bermain media sosial, ada hal lain yang bisa dilakukan. Caranya tentu bisa bermacam-macam, mulai dari membawa kader muda partai menjadi lebih aktif dan muncul ke ruang publik. Misalnya, menjadikan kader partai muda caleg, pengurus strategis partai, juru kampanye dan lainnya.

Keder muda juga membawa program-program partai yang pro anak muda dan pro perubahan. Misalnya, partai memikirkan tentang upaya meningkatkan kewirausahaan dan industri kreatif yang banyak dijalankan anak muda. 

Dan partai juga harus lebih inovatif mengemas cara kampanye yang melek digital. Pasalnya, banyak anak muda kemudian mengaksesnya.■