Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Setelah Puan, Kini Giliran Prananda
Lagi, Trah Soekarno Kendalikan Banteng
Minggu, 27 November 2022 08:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menugasi khusus putranya, Muhammad Prananda Prabowo sebagai Kepala Pusat Analisis dan Pengendali Situasi PDI Perjuangan. Posisi ini sangat penting, menentukan kebijakan strategis partai.
Kenapa bukan Puan Maharani yang menjabat posisi penting ini? Apakah Ketua DPR itu sedang difokuskan untuk menjalankan misi khusus Banteng lainnya?
Direktur Eksekutif Politika Research and Consulting (PRC) Rio Prayogo justru melihat, Banteng tengah menyiapkan Puan agar lebih gencar bersosialisasi menghadapi Pilpres 2024.
Baca juga : Ganjar Kenalkan Olahan Tepung Mocaf Dari Singkong
“Puan sudah diberi mandat Mega berkomunikasi dengan partai lain dalam kaitan Pemilu 2024. Penunjukan Prananda bermakna, karena sudah telanjur masuk gelanggang, maka Puan harus fokus di Pilpres,” kata Rio kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Sehingga, wajar jika urusan administrasi politik diserahkan kepada Prananda. Apalagi peran Puan juga masih kuat di Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Politik Pemerintahan.
“Harus diingat, Puan adalah figur dengan peluang mendaftar capres paling tinggi. PDI Perjuangan punya free pass. Sudah penuhi Presidential Threshold. Bisa dibilang, Puan capres setengah jadi. Karena sudah bisa daftar kalau sudah dibuka pendaftaran sekarang,” ungkapnya.
Baca juga : Dave Laksono: Koperasi Berperan Penting Bagi Perekonomian Nasional
Rio menyebut, capres lainnya justru masih harus mencari teman koalisi untuk mendaftar. Seperti Prabowo Subianto, Anis Baswedan, dan Airlangga Hartarto. “Makanya, konsentrasi Puan harus ditingkatkan agar bisa mengkonsolidasi kekuatannya di 2024. Karena kalau dilihat hari ini, peluang dan elektabilitasnya masih rendah,” pungkasnya.
Senada, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah melihat, ditunjuknya Prananda mengisi jabatan strategis adalah indikasi Banteng tak akan lepas dari trah Soekarno. Pasalnya, posisi Prananda langsung di bawah ketua umum yang merupakan ibundanya.
“Memang PDI Perjuangan belum akan melepaskan partai di luar trah Soekarno. Mandat untuk Prananda ini juga simbol baik. Banteng usianya bakal panjang di bawah trah Soekarno,” kata Dedi dalam pesannya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Srikandi Sumut Kenalkan Ganjar Sosok Peduli Perempuan
Keputusan ini juga menguatkan anggapan bahwa Puan yang juga putri dari Megawati ini, diplot untuk Pilpres 2024. “Sekaligus ini sinyal bahwa Puan Maharani memang diposisikan untuk kontestasi Pilpres,” tandasnya.
Penunjukkan Prananda sebagai Kepala Pusat Analisis dan Pengendali Situasi PDI Perjuangan tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 2/76/KPTS/DPP/XI/2022 tertanggal 7 November 2022. SK ini ditandatangani Megawati dan Sekretaris PDIP Perjuangan, Hasto Kristiyanto. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya