Dark/Light Mode

Tokoh NU Digaet PPP

PKB Yakin Selalu Ada Di Hati Warga Nahdliyin

Minggu, 31 Januari 2021 08:20 WIB
Ketua DPP PKB Daniel Johan (Foto: Istimewa)
Ketua DPP PKB Daniel Johan (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hari ini Nahdlatul Ulama (NU) berulang tahun yang ke-95. Organisasi Islam yang punya pengikut terbesar di Indonesia ini selalu menjadi magnet bagi partai politik dalam setiap Pemilu. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang lahir dari NU, sama sekali tidak khawatir ditinggalkan pemilihnya dari kalangan warga Nahdliyin

“NU itu sangat besar. Tidak heran bila selalu menjadi rebutan partai-partai saat Pemilu. Tapi hanya PKB satu-satunya partai yang dilahirkan secara langsung oleh NU,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, Daniel Johan, kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Seperti diketahui, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) baru saja merilis kepengurusan baru masa bakti 2020-2025. Tiga di antaranya merupakan tokoh NU. Yaitu, cucu Mbah Maimoen, Gus Rojih Ubab Maimoen. Kemudian putra Kiai Hasyim Muzadi, Hakim Muzadi. Juga ada tokoh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kiai Mustofa Aqil Siradj. 

Berita Terkait : Abu Janda Dijewer 8 Partai

Soal sejumlah tokoh Nahdliyin yang bergabung di gerbong PPP ini, Daniel menegaskan, PKB tetap tidak khawatir. Partai yang berlogo bola dunia dikelilingi sembilan bintang itu menjawabnya dengan kinerja dan perhatian terhadap NU. 

Bagi PKB, kata dia, NU selalu di hati setiap kader PKB. Selalu memperjuangkan kepentingan warga Nahdliyin. “Agar Nahdliyin semakin maju dari seluruh aspek baik dalam keberagamaan, sosial, ekonomi, politik dan budaya,” sebutnya. 

Lebih jauh lagi, Daniel bahkan menganalogikan hubungan PKB dengan NU seperti anak dengan orangtua yang melahirkan, menjalankan tugas sejarah dengan melindungi segenap bangsa Indonesia. “Tentunya, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan mewujudkan keadilan sosial,” pungkasnya. 

Baca Juga : Orang Kaya Mau Dimanja, Orang Miskin Cemburu

Tak hanya PKB dan PPP yang menaruh perhatian besar kepada NU. PDIP juga demikian. Bahkan, partai yang dikomandoi Megawati Soekarnoputri itu akan ikut memperingati Harlah NU ke-95 secara virtual dengan tema ‘Rumah Nusantara’. 

Ketua Umum Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), organisasi sayap PDIP, Hamka Haq, menyatakan, pada 31 Januari 2021, PDIP menggelar perayaan khusus memperingati hari lahir (Harlah) NU ke-95 sebagai wujud solidaritas sesama Wong Cilik. Menurut Ketua DPP Bamusi, Zuhairi Misrawi peringatan hari lahir NU yang ke-95 yang jatuh pada hari ini (31/01) merupakan momen yang penting Indonesia. 

“Karena 95 tahun lalu, NU lahir dan hadir di bumi Nusantara. Jasa besar ormas terbesar itu dalam melahirkan, menjaga, dan membangun Indonesia diakui dan tidak diragukan lagi. Dalam usianya yang ke-95, NU membuktikan eksistensinya sebagai ormas Islam terdepan dalam menjaga Pancasila dan NKRI,” kata Gus Mis, sapaan akrabnya, kemarin. 

Baca Juga : BRI Sabet Best Of The Best Communications Di BCOMSS

Sebelumnya, Guru Besar Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Prof Dr Asep Warlan Yusuf menganalisa, komposisi DPP PPP saat ini seolah mengonfirmasi bahwa PPP ingin meraih kembali massa NU. “PPP harus kompromis dengan PKB soal Nahdliyin. Tokoh-tokohnya saling membagi. Kalau berseteru, partai Islam lain justru bisa diuntungkan,” ujarnya. [BSH]