Dark/Light Mode

Cebong Dan Kampret Mustahil Pindah Dukungan

Elektabilitas Kedua Paslon Diprediksi Sulit Berubah

Jumat, 5 April 2019 06:58 WIB
Debat Capres Pertama, tampak Paslon 01 Jokowi-Maruf (kiri) dan Paslon 02 Prabowo-Sandi (kanan) didampingi Ketua KPU Arief Budiman (tengah) di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1). (Foto: Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka).
Debat Capres Pertama, tampak Paslon 01 Jokowi-Maruf (kiri) dan Paslon 02 Prabowo-Sandi (kanan) didampingi Ketua KPU Arief Budiman (tengah) di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1). (Foto: Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka).

RM.id  Rakyat Merdeka - Tingginya fanatisme antar pendukung, membuat elektabilitas kedua paslon sulit berubah. Sulit naik, tidak juga gampang turun. Ibarat candaan, tidak mungkin ‘Cebong’ berubah jadi ‘Kampret’, begitupun sebaliknya.

Berbagai lembaga survei telah mengeluarkan hasil survei terbarunya. Dibanding survei sebelumnya, elektabilitas kedua paslon cenderung stagnan. Naik sedikit, turunnya juga sedikit.

Kondisi seperti ini diprediksi Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti, bakal sama hingga waktu pencoblosan. Apalagi, waktu yang tersisa hingga waktu nyoblos tidak sampai 2 minggu.

Baca juga : Rehabilitasi Lahan Bekas Eksplorasi Tambang Dong

“Rasanya jarak elektabilitas kedua paslon sulit berubah. Waktu yang tersisa tinggal hitungan hari, sulit untuk mengubahnya,” kata Ray, di Jakarta, Kamis (4/4).

Apalagi di Pilpres 2019 ini, fanatisme kedua pendukung lebih kuat dibanding pada 2014. Fanatisme inilah yang membuat, dinamika di pilpres tidak kuat untuk mempengaruhi. “Mau ‘diracuni’ oleh apapun, pilihan masing-masing pendukung tidak akan berubah. Mereka sudah sangat fanatik sekali,” tegas Ray.

Meskipun tahapan kampanye akbar masih berjalan, bagi Ray, tidak siginifikan mempengaruhi publik. Begitu pun dengan debat terakhir capres-cawapres pada 13 April nanti.

Baca juga : Jokowi Diprediksi Unggul Hampir Di Semua Wilayah

“Yang perlu diperhatikan bagi kedua paslon, yakni menjaga elektabilitas tetap aman hingga waktu pencoblosan,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan, elektabilitas kedua paslon cenderung stagnan selama 5 bulan terakhir. Palson 01 yang selalu unggul, perubahan elektabilitasnya cenderung stabil. Begitu pun Paslon 02 Prabowo-Sandi.

Saat ini, kata dia, mayoritas pemilih sudah menetapkan pilihan. Bahkan, pilihan itu sulit berubah.

Baca juga : Caleg Perempuan Suarakan Perlindungan Dan Perwakilan Perempuan Di Parlemen

“Tidak mudah buat kita melihat cebong yang berubah jadi kampret atau kampret menjadi cebong, ini menggunakan bahasa netizen,” kata Yunarto.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.