Dark/Light Mode

Cebong Dan Kampret Mustahil Pindah Dukungan

Elektabilitas Kedua Paslon Diprediksi Sulit Berubah

Jumat, 5 April 2019 06:58 WIB
Debat Capres Pertama, tampak Paslon 01 Jokowi-Maruf (kiri) dan Paslon 02 Prabowo-Sandi (kanan) didampingi Ketua KPU Arief Budiman (tengah) di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1). (Foto: Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka).
Debat Capres Pertama, tampak Paslon 01 Jokowi-Maruf (kiri) dan Paslon 02 Prabowo-Sandi (kanan) didampingi Ketua KPU Arief Budiman (tengah) di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1). (Foto: Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka).

 Sebelumnya 
Ada dua alasan kenapa perubahan pilihan sulit terjadi. Pertama, masa kampanye yang terlalu panjang. Hal ini membuat masyarakat jenuh. Ditambah lagi dengan perang komentar antar timses.

Kedua, yakni fanatisme antar pendukung. Dalam suvei terbaru lCharta Politika, diketahui kemantapan dari pemilih 01 sudah mencapai 82,8 persen. Sementara kemantapan pemilih 02 juga tinggi, 80,6 persen.

“Fanatismenya sudah sangat tinggi. Mau ada gelombang, tsunami politik apa pun, asal tidak heboh banget, susah (mengubah pilihan masyarakat),” kata Yunarto.

Baca juga : Rehabilitasi Lahan Bekas Eksplorasi Tambang Dong

Bagaimana dengan swing voters? Pengamat Media Sosial Kun Arief Cahyantoro menilai swing voters tidak mudah diklaim bakal melabuhkan dukungan pada salah satu paslon.

Kata dia, sebenarnya swing voters sejak awal sudah memiliki pilihan. Namun kemantapan pilihannya itu belum tinggi dan masih bersifat rahasia.

“Pemahaman yang namanya swing voters itu sebetulnya abu-abu. Sudah sejak 3 bulan lalu mungkin orang-orang ini telah memiliki pilihan,” ujar Arief.

Baca juga : Jokowi Diprediksi Unggul Hampir Di Semua Wilayah

Menurutnya, pemilih mengambang itu hanya ‘jualan’ dari para konsultan politik. Ia beranggapan sebenarnya swing voters tidak ada karena semua orang sebenarnya sudah memiliki pilihan masing-masing.

“Banyak konsultan politik yang menjual swing voters tadi. Padahal menurut saya swing voters itu tidak ada karena menurut saya itu semua sudah memilih. Tapi ini modal jualan perusahaan,” ucapnya.

Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding memastikan pihaknya akan menjaga elektabilitas 01 yang sudah unggul. Khususnya, waspada terhadap serangan hoaks dari lawan politik.

Baca juga : Caleg Perempuan Suarakan Perlindungan Dan Perwakilan Perempuan Di Parlemen

“Kami akan terus waspada menjaga tren elektabilitas yang positif ini. Kami akan terus memerangi hoaks yang secara masif disebarkan lawan,” ujar Karding. [HEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.