Dark/Light Mode

KSP: Kalaupun Menang Di KLB, Moeldoko Akan Kandas Di PTUN

Jumat, 5 Maret 2021 15:08 WIB
Analis politik dari Konsultan dan Survei Indonesia (KSI) Karyudi Sutajah Putra (Foto: Istimewa)
Analis politik dari Konsultan dan Survei Indonesia (KSI) Karyudi Sutajah Putra (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Kutukan Mpu Gandring

Baca juga : 9 Nama Caketum Muncul Di KLB Demokrat, Moeldoko Calon Kuat

KSP berpendapat, di dalam politik, peristiwa pengkhianatan akan selalu berulang. "Bila seseorang pernah berkhianat, niscaya dia juga akan dikhianati," cetusnya.
 
KSP lalu merujuk kisah pengkhianatan Brutus dan Ken Arok sebagai contoh. Julius Caesar, Kaisar Romawi, dikhianati Brutus yang merupakan orang kepercayaannya. Begitu juga Tunggul Ametung yang dikhianati Ken Arok, orang kepercayaannya, yang kemudian mendirikan Kerajaan Singasari, di Jawa Timur, abad ke-12.
 
"Bahkan, untuk membunuh Tunggul Ametung, Ken Arok harus membunuh Mpu Gandring dengan keris pesanannya yang belum jadi. Akhirnya. Mpu Gandring mengutuk Ken Arok. Kisah pembunuhan dengan keris Mpu Gandring pun terus terjadi berulang," paparnya.
 
Dalam konteks Demokrat, kata KSP, Jhoni Allen Marbun menuduh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengkhianati dan mengambil alih kepemimpinan dari Anas Urbaningrum saat Ketua Umum Partai Demokrat itu terseret kasus korupsi Hambalang. Kursi ketua umum kemudian "diwariskan" SBY kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), putra sulungnya.
 
Sikap pemerintah yang cenderung cuek terhadap sepak terjang Moeldoko, dinilai KSP juga tak lepas dari "kutukan" Mpu Gandring. Apalagi pemerintahan Presiden Jokowi disokong PDIP yang pimpinan Megawati Soekarnoputri.
 
"SBY, misalnya, disebut Marzuki Alie pernah menyatakan Megawati kecolongan dua kali. Secara implisit, SBY dinilai telah mengkhianati Megawati saat menjadi Presiden," tuturnya.
 
Saat kepemimpinan Megawati di partai banteng diambil alih kubu Soerjadi yang didukung pemerintah Orde Baru, 27 Juli 1996, lanjut KSP, SBY yang saat itu menjabat Kepala Staf Kodam Jaya juga diduga melakukan pembiaran. "Jadi, di politik itu selalu begitu. Kutukan Mpu Gandring juga akan terus terulang," tegasnya.
 
KSP menyarankan SBY dan AHY tak panik. Sebab, pada akhirnya mereka akan dapat merebut kembali Demokrat melalui pengadilan. "Sebaiknya kubu AHY menempuh langkah hukum," sarannya. [WUR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.