Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Nahdlatul Ulama (NU) jadi penyokong besar untuk Capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf. Hal itu terlihat dari hasil survei yang dilakukan Arus Survei Indonesia (ASI).
Untuk angka elektabilitas secara umum, Jokowi-Ma'ruf masih unggul dibanding Capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi. Dalam hitungan ASI, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf mencapai 52,4 persen. Prabowo-Sandi meraih 38,9 persen. Sedangkan yang tidak menjawab sebanyak 8,8 persen.
Baca juga : Bandara Kertajati Sepi, BKS Punya 3 Jurus Jitu
Direktur Eksekutif ASI Ali Rifan mengungkapkan, dari angka 52,4 persen milik Jokowi-Ma'ruf tadi, pemilih terbesarnya berasal dari NU. "NU masih mendominasi jumlah pemilih untuk Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin. Ini tampak jelas pada peta elektabilitas Capres-cawapres untuk pemilih muslim," kata Ali pada acara rilis survei nasional yang bertajuk "Peta Elektoral Pemilih Muslim", di Jakarta, Jumat (12/4).
Untuk peta elektabilitas capres-cawapres berdasarkan strong voters dan swing voters, Jokowi-Ma'ruf juga masih unggul dibanding Prabowo-Sandi. Angkanya mirip-mirip dengan elektabilitas secara umum. Untuk strong voters, Jokowi-Ma'ruf mendapat 53,5 persen. Sedangkan Prabowo-Sandi hanya 36,2 persen.
Baca juga : Nasdem Latih Saksi Kawal Suara Jokowi
"Pada swing voters, Jokowi-Ma'ruf sebesar 47,5 persen dan Prabowo-Sandi 32,7 persen," papar Ali Rifan.
Ali Rifan menambahkan, dilihat dari pemilih Ormas Islam, strong voters pada NU untuk Jokowi-Ma'ruf sebanyak 53,7 persen. Sedangkan dari Muhammadiyah hanya 4,4,1 persen. Ada pun FPI dan HTI tidak ada sama sekali alias 0 persen. Sebaliknya strong voters untuk Prabowo-Sandi dari NU hanya 27,6 persen. Ada pun dari Muhammadiyah sebesar 7,1 persen, FPI 1,6 persen, serta HTI 0,2 persen.
Baca juga : Mendulang Suara Dari Event Sport
Dari sisi swing soters, pemilih NU untuk Jokowi-Ma'ruf sebesar 52,1 persen, Muhammadiyah 6,2 persen, serta HTI dan FPI masing-masing 0,5 persen. Sedangkan swing voters pemilih NU untuk Prabowo-Sandi hanya 27,8 persen, Muhammadiyah 3,2 persen, FPI 1,3 persen, dan HTI 0,6 persen.
Ali Rifan menjelaskan, temuan ASI itu berdasarkan survei yang digelar dari tanggal 5-10 April 2019 dengan wilayah pelaksanaan di 34 provinsi. "Seperti biasa, kami gunakan metode multistage random sampling dengan jumlah responden 2.100 orang. Margin of error lebih kurang 2,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen," jelasnya. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya