Dark/Light Mode

Sering Ketemu 4 Mata, Shalat Disiapin Sajadah, Datang Dimasakin, Pulang Dikasih Pepaya

Jokowi-Mega Lagi Mesra-mesranya

Senin, 12 April 2021 07:21 WIB
Presiden Jokowi saat bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebelum pandemi. (Foto: Setpres)
Presiden Jokowi saat bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebelum pandemi. (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hubungan Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sedang mesra-mesranya. "Ibu banteng" dan "anak banteng" ini rutin ketemuan membahas masalah-masalah penting. 

Pertemuan teranyar Jokowi-Mega dilakukan awal bulan ini. Pertemuan berlangsung sangat hangat. Bahkan, saat Jokowi pulang, Mega memberi oleh-oleh berupa buah-buahan dan buku.

"Ibu Mega memberi buah pepaya yang beliau tanam sendiri dan menyerahkan buku ‘Merawat Pertiwi’," cerita Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Berita Terkait : Puan Gantikan Megawati Mulai Ada Perlawanan

Dalam banyak kesempatan, Hasto melihat Mega kerap menunjukkan diri sebagai sosok ibu bagi Jokowi. Setiap akan bertemu Jokowi, Mega selalu bela-belain menyiapkan menu makanan khusus bagi kadernya yang kini menjadi orang nomor 1 di negeri ini.

"Bahkan, ketika Pak Jokowi mau shalat pun, Ibu Mega yang menyiapkan sajadahnya," cerita Hasto.

Meskipun lebih senior, tidak melulu Mega yang dikunjungi Jokowi. Bos banteng ini juga tidak keberatan “menghadap” Jokowi di Istana. Seringnya di Istana Bogor. Selain itu, keduanya juga kerap bertemu di Istana Batu Tulis dan rumah lama Mega di Kebagusan, Jakarta Selatan.

Baca Juga : Masker Ganda Ampuh Tangkal Corona

"Semua lokasi pertemuan bersifat khusus dan memungkinkan untuk berdialog secara jernih," sambungnya.

Pertemuan tertutup dan dilakukan di tempat-tempat khusus ini, jelas Hasto, sengaja dipilih untuk mendapatkan suasana kebatinan yang kontemplatif. Agar bisa menyerap seluruh kehendak rakyat.

Untuk pertemuan teranyar, kata Hasto, Jokowi dan Mega bicara mengenai keberadaan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kepada Jokowi, Mega meminta agar lembaga itu tetap dipertahankan, di tengah perubahan nomenklatur Kementerian Ristek dan Teknologi yang akan dilebur dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Baca Juga : Mendag: Masih Wajar...

Selain itu, Mega juga meminta agar BRIN diperkuat. Langsung bertanggung jawab kepada Presiden. Bukan lagi di bawah kementerian tertentu. Dengan begitu, BRIN bisa langsung mengeksekusi setiap kebijakan penelitian dan terobosan inovasi.
 Selanjutnya