Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pertemuan Di GBK, Sekjen PPP: Fokus Penanganan Covid-19

Sabtu, 26 Juni 2021 10:05 WIB
Sekjen PPP, Arwani Thomafi
Sekjen PPP, Arwani Thomafi

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (Sekjen PPP), Arwani Thomafi membenarkan adanya pertemuan antar Sekjen Partai Koalisi Pemerintah di Plataran Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), pada Rabu (23/6) malam.
 
Pertemuan partai koalisi Pemerintah  hanya sebatas halal bihalal yang sempat tertunda di tengah pandemi. Pertemuan santai ini juga untuk menghilangan kepenatan selama bertugas sebagai anggota dewan maupun di partai.
 
“Tidak ada agenda khusus dalam pertemuan di GBK. Ini hanya halal bihalal atau silaturahim yang tertunda sebelum Lebaran. Biasanya sebulan sekali itu kami selalu kumpul kumpul untuk ngopi bareng sambil apdate isu isu terkini. Dan baru kemarin kita bisa berkumpul lagi. Alhamdulillah,” kata Arwani kepada Rakyat Merdeka, Jumat (25/6).

Dalam pertemuan itu, politikus berlatar belakang santri ini mengaku, tidak ada obrolan serius. Apalagi membahas Pilpres 2024. Ia bersama sama kawan-kawan pendukung Pemerintah hanya membahas penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi. Tidak ada pembicaraan Pilpres.  

Berita Terkait : Serem Banget, 154 Penghuni Gedung DPR Positif Covid-19

”Sama sekali tidak ada politik. Pertemuan santai ini dilakukan dengan protokol kesehatan ketat. Acaranya, hanya  makan makan ringan, ngopi ngopi sekaligus membahas kondisi terkini dalam penanganan Covid-19 yang setiap hari meningkat tajam. Itu saja,” tegas Arwani sekaligus menepis adanya upaya memuluskan wacana jabatan presiden tiga periode dalam pertemuan di GBK itu. 

Politisi Partai Kabah ini juga tidak mau mengomentari masalah kontroversi jabatan presiden tiga periode yang diusung Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari Cs.

Berita Terkait : Massa Unjuk Rasa Di Tengah Lonjakan Covid-19

“Intinya pertemuan partai koalisi Pemerintah sama sekali tidak membahas Pilpres 2024, termasuk jabatan presiden,”tandasnya. 

Yang hadir di GBK tidak cuma sekjen aktif, tapi juga mantan sekjen yang ketika Pilpres 2019 sama-sama menjabat sebagai sekjen dan memperkuat Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf. 

Berita Terkait : Satgas: Masih Banyak Desa Yang Belum Punya Posko Penanganan Covid-19

Mereka adalah eks Sekjen PPP, Arsul Sani yang kini jadi Wakil Ketua Umum PPP. Lalu, eks Sekjen PSI, Raja Juli Antoni yang kini jadi Sekretaris Dewan Pembina. Ada juga eks Sekjen PKB, Hanif Dhakiri. Dari PKB, sekjen sekarang, yaitu Hasanuddin Wahid juga hadir. 

Sekjen yang masih bertahan, seperti Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, Sekjen PBB, Afriansyah Ferry Noor, Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan, dan Sekjen Perindo Ahmad Rofiq juga tak ketinggalan. Hanya Sekjen dari Golkar dan Hanura saja yang absen. [MFA]