Dark/Light Mode

Andi Arief Soal Klaim Kemenangan 62 Persen

Prabowo Dipasok Setan Gundul

Selasa, 7 Mei 2019 07:03 WIB
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief (Foto: Istimewa)
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Andi Arief kembali membuat pernyataan kontroversial. Politisi Partai Demokrat itu membuat cuitan soal klaim kemenangan kubu 02 sebesar 62 persen. Andi menyebut klaim itu irasional. Prabowo dipasok “setan gundul”. Cuitan Andi bikin panas.

“Dalam Koalisi Adil Makmur ada Gerindra, Demokrat, PKS, PAN, Berkarya, dan rakyat. Dalam perjalanannya, muncul elemen setan gundul yang tidak rasional, mendominasi dan cilakanya Pak Prabowo mensubordinasikan dirinya. Setan gundul ini memasok kesesatan menang 62 persen,” cuit Andi di akun Twitternya, @AndiArief__, Senin (6/5) pagi.

Cuitan Andi langsung geger. Hingga Senin (6/5) malam, cuitan itu sudah dikomentari 1.587 kali dan disukai 2.452 akun. Menurut Andi, Demokrat hanya ingin melanjutkan koalisi dengan partai-partai politik pengusung Prabowo-Sandi. Yaitu, Gerindra, PAN, PKS, Berkarya dan rakyat.

Andi nengingatkan, jika Prabowo lebih condong mendengarkan setan gundul, Demokrat akan memilih jalan lain. Eks aktivis ’98 ini juga menyebut data kemenangan Prabowo 62 persen adalah hoaks, dan hoaks tidak bisa dijadikan basis gerakan massa yang sadar.

“Hoaks bisa menghasilkan kemarahan dan amuk. Tapi tak mungkin timbulkan people power, setidaknya sejarah menunjukkan itu,” pungkasnya.

Baca juga : Rishadi Fauzi Siap Menangkan Persija Di Piala AFC 2019

Elite Demokrat, Benny K Harman menanggapi cuitan Andi. “Bukan setan gundul tapi monster demokrasi atau genderuwo, tangan-tangan kotor yang tidak kelihatan yang menjadi benalu demokrasi. Namanya benalu yah lama- lama makan tuannya sendiri!” cuitnya di akun @BennyHarmanID.

Meski begitu, Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Demokrat Ferdinand Hutahaean mencoba meluruskan. Menurutnya, setan gundul hanya julukan saja bagi pihak-pihak yang memberi info menyesatkan.

Salah satu dasar pemikiran Andi adalah data analisis kemenangan SBY pada Pilpres 2009. Kala itu, SBY hanya mendapatkan suara 60 persen suara nasional, dengan kemenangan telak di seluruh Jawa. Nah, Prabowo tak menguasai Jawa, tapi mengklaim menang 62 persen.

“Sementara saat ini, Pak Prabowo kalah di beberapa Jawa. Kenapa bisa klaim 62 persen? Harusnya di bawah itu,” ujar Ferdinand, Senin (6/5).

Karena tak tega Prabowo dijerumuskan dengan data yang salah, Andi mengumbar istilah setan gundul di Twitter. “Saya sudah komunikasi dengan Andi Arief. Beliau mengatakan, benar itu tweet dia,” terangnya.

Baca juga : TKN Bongkar Kebohongan Klaim Kemenangan Prabowo di DKI Jakarta dan Lampung

Menurut Ferdinand, cuitan tersebut diungkapkan Andi sebagai kewajiban moral mengawal BPN Prabowo-Sandi dan Koalisi Adil Makmur. “Menurut Andi Arief, Prabowo dipasok informasi dan data yang salah sehingga terjerumus. Data apa itu, menyatakan Prabowo menang 62 persen, entah dari mana datanya,” pungkasnya.

PKS seperti tak terima. Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menuding survei internal Partai Demokrat menunjukkan, pasangan Prabowo-Sandi unggul 62 persen di Pilpres 2019. “Tapi tentang 62 persen itu juga publik sudah membaca, bahwa di internal De- mokrat, survei mereka menyebutkan bahwa Prabowo menang dengan 62 persen. Nah, gimana tuh?” kata Hidayat di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Senin (6/5).

Hidayat juga mempertanyakan siapa kelompok setan gundul yang dimaksud Andi. Menurut dia, masyarakat sudah mengetahui bahwa Demokrat memiliki hasil survei internal yang menunjukkan Prabowo-Sandi unggul 62 persen di pilpres. “Jadi, apakah ini yang dimaksudkan oleh Pak Andi Arief? Saya tidak tahu, lagi-lagi beliau yang harus menjelaskan,” kata Hidayat.

Ia menegaskan, koalisi Prabowo-Sandi bukanlah koalisi setan gundul seperti yang dituduhkan Andi Arief. Dia menyebut, koalisi ini gabungan parpol yang bermartabat dan sudah memiliki pengalaman panjang dalam perpolitikan di Indonesia.

Terkait pertanyaan Hidayat soal survei Demokrat, dijawab Andi di jejaring Twitternya. Menurutnya, 62 persen yang dipertanyakan Hidayat adalah pendukung Prabowo-Sandi di internal Partai Demokrat, sisanya 38 persen mendukung Jokowi.

Baca juga : Sabar Iya, Party Iya

“Pak @hnurwahid, yang benar 62 persen kader Demokrat mendukung pencalonan Pak Prabowo. Mohon dibaca ini,” tulis @AndiArief__.

Sementara, Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif mengaku tak paham yang dimaksud Andi Arief. “Saya bukan paranormal jadi bukan maqom saya lihat setan, saya fokus ke dunia manusia saja. Saya tidak mau masuk dunia setan, karena kami bukan setan,” kata Slamet, Senin (6/5).

“(Saya) Nggak paham apa maksudnya (setan gundul yang diucap Andi Arief),” tegas Slamet yang juga Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi.

Jubir BPN, Andre Rosiade menegaskan, koalisi masih kompak. “Mengenai setan gundul yang disampaikan Bang Andi Arief, saya terus terang tidak tahu. Yang saya ketahui bahwa koalisi ini terdiri dari Gerindra, Demokrat, PKS, PAN dan Berkarya, masih solid dan punya komunikasi yang baik,” kata Andre, kemarin.

Andre mengatakan Gerindra, PAN, PKS, Demokrat dan Berkarya merupakan pemimpin di Koalisi Indonesia Adil Makmur. Jika ada hal yang ingin ditanyakan, Andre berharap sebaiknya disampaikan langsung di forum internal. Bukan di medsos. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.