Dark/Light Mode

Muhammadiyah Minta Jokowi dan Prabowo Segera Bertemu

Kamis, 23 Mei 2019 10:44 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (Foto: Istimewa)
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mendorong Capres 01 Joko Widodo dan Capres 02 Prabowo untuk segera bertemu. Tujuannya, apalagi kalau bukan mengakhiri situasi yang panas, pasca penetapan hasil Pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa (21/5) dini hari.

"PP Muhammadiyah sejak awal, bahkan ormas-ormas Islam bertemu wakil presiden Jusuf Kalla menyampaikan imbauan dan ajakan agar Jokowi dan Prabowo bertemu," ujar Haedar dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (23/5).

Baca juga : Agus Rahardjo Minta Rakyat Ikut Awasi Proses Seleksi Capim KPK

Dari pernyataan yang disampaikan Jokowi dan Prabowo, Haedar menangkap isyarat berbagai pernyataan arif kedua tokoh tersebut. Keduanya tampak berusaha menjalin silaturahmi.

 "Mungkin soal waktu saja. Kemarin kita mendengar Presiden Jokowi menyampaikan pernyataan positif dan ajakan untuk situasi ini diakhiri. Prabowo-Sandi juga menyampaikan, semua berdiri di atas konstitusi. Tidak boleh ada kekerasan. Harus tetap damai," kata Haedar.

Baca juga : Warga Muhammadiyah Diimbau Tak Ikut Aksi 22 Mei

Lebih dari itu, Haedar mengajak semua tokoh dan warga bangsa agar kembali pada titik berbangsa dan bernegara yang bersatu dalam Bhinneka Tunggal Ika. "Perbedaan pilihan politik adalah hak demokrasi. Kita semua harus saling menghormati. Dinamika politik selama kampanye, pemilihan, dan pascapemilihan adalah bagian  dari ekspresi berpolitik dan demokratis," papar Haedar.

Ia menekankan, seluruh masyarakat harus mengakhiri semua proses tersebut. Sesuai dengan konstitusi, mengacu sila keempat Pancasila: Hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

Baca juga : Jokowi dan Prabowo Berjarak Hampir 16 Juta

"Artinya, kita harus mengakhiri proses Pemilu 2019 ini dengan kearifan dengan tanggung jawab dan kedewasaan, sikap cerdas dan bersatu kembali sebagai keluarga besar bangsa," katanya.

Haedar menegaskan, warga Muhammadiyah tidak terlibat dalam aksi pada 21 dan 22 Mei tersebut. "Muhammadiyah, apalagi dengan membawa nama organisasi  tidak ada yang terlibat dalam aksi," tandasnya. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.