Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Anies menanggapi santai Demokrat digoda PDIP dan Gerindra. “Aman. Kita solid kok. Jadi nggak ada (AHY ditarik kubu lain),” kata Anies, di Yogyakarta, kemarin.
Menurut dia, parpol koalisi juga masih aman. “(Koalisi) Solid, solid alhamdulillah,” tegas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Anies menilai, pertemuan Demokrat dengan Gerindra dan PDIP hal yang wajar. Dia bilang, itu merupakan kedewasaan berdemokrasi.
“Justru, menurut saya, komunikasi itu bagus dibangun. Ini lah demokrasi yang dewasa, pilihan boleh berbeda, tapi silaturahmi jalan terus,” jelas Anies.
Baca juga : NasDem Ngarep Demokrat Sosialisasikan Anies
Anies justru heran dengan anggapan aneh soal pertemuan antara parpol yang berbeda koalisi. Padahal, perbedaan koalisi bukan berarti tidak bersilaturahmi.
“Harusnya, kalau tidak ketemu malah aneh,” terang Anies.
Lalu apa tanggapan Demokrat? Ketua DPP Demokrat Kamhar Lakumani menegaskan, komitmen Demokrat adalah berkoalisi bersama NasDem dan PKS untuk mengusung Anies di Pilpres 2024.
“Kami tegaskan Demokrat telah berkomitmen dan senantiasa istiqomah bersama Koalisi Perubahan dan Mas Anies Baswedan sebagai Capres,” ujar Kamhar, kemarin.
Baca juga : Di Bursa Cawapres, Erick Tak Tertandingi
Sebab, kata dia, dari tiga Capres yang ada hanya Anies yang sesuai dengan visi Demokrat membawa perubahan. “Mas Anies dan Mas AHY merupakan figur yang melekat kuat sebagai pemimpin perubahan. Ini sejalan dengan aspirasi kader dan masyarakat,” tambahnya.
Meski begitu, dia bersyukur dan menghormati masuknya AHY sebagai daftar Cawapres Ganjar. Menurutnya, hal itu sebagai bentuk pengakuan, sekaligus menunjukkan tingkat ketokohan AHY.
Sementara, Direktur Eksekutif Trias Politik Strategis, Agung Baskoro menyebut, manuver tajam PDIP dengan memasukkan AHY sebagai Cawapres dan langkah Gerindra mengajak Demokrat berkoalisi, merupakan alarm untuk koalisi Anies. Mereka harus jaga kekompakan sehingga tidak mudah terpengaruh rayuan lawan.
“Godaan politik PDIP dan Gerindra tentu sangat menggiurkan. Namun, jika Demokrat pindah haluan akan memberikan dampak kepada pemilihnya. Pasalnya, pemilih mereka banyak di luar kekuasaan,” ujarnya.
Baca juga : Peringati Tahun Baru Islam, Relawan Sintawati Gelar Beragam Kegiatan
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa 25/7/2023 dengan judul Demokrat Didekati Lawan, Anies Berusaha Tenang
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya