Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tahu Kondisi Maybrat Yang Rawan Konflik

Mendagri Tito Diminta Cermat Tentukan Pj Bupati

Jumat, 5 Agustus 2022 18:30 WIB
Tokoh Masyarakat Kabupaten Maybrat Agustinus Saa. (Foto: Ist)
Tokoh Masyarakat Kabupaten Maybrat Agustinus Saa. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian diminta untuk cermat menentukan Pejabat Bupati Maybrat, Provinsi Papua Barat. Soalnya, Mendagri Tito dinilai sangat memahami kondisi wilayah tersebut yang rawan konflik.

Tokoh Masyarakat Kabupaten Maybrat Agustinus Saa pun mengingatkan, untuk menentujan Pj Bupati, Tito harus betul-betul mendengarkan aspirasi masyarakat.

Orang yang dipilih sebagai Pejabat Bupati adalah orang yang sungguh-sungguh memahami situasi sosial politik yang ada di Kabupaten Maybrat, berada di tengah masyarakat dan memahami keadaan masyarakat. Bukan orang baru yang sama sekali tidak memahami kondisi Kabupaten Maybrat.

Berita Terkait : Lewat Restorasi Lahan, Sang Hyang Seri Siap Sejahterakan Petani

"Pak Tito tahu betul kondisi tersebut bahkan dua kali beliau ke Maybrat saat beliau jadi Kapolda untuk selesaikan masalah, sehingga kami harapkan pemerintah pusat menetapkan Pejabat Bupati Maybrat adalah orang yang benar-benar tahu dan mengerti kondisi Kehidupan sosial politik, dinamika keamanan yang ada di wilayah kami," ujar Agustinus dalam keterangan tertulis, Jumat (5/8).

Kabupaten Maybrat adalah salah satu wilayah yang rawan konflik di Papua Barat. Mantan Sekda Kabupaten Maybrat ini mengingatkan, jika Pemerintah Pusat menentukan orang baru yang sama sekali kurang memahami dinamika kehidupan di Kabupaten Maybrat, maka akan ada potensi gangguan keamanan.

"Kami tentu tidak ingin daerah ini terjadi konflik terus-menerus. Apalagi masa-masa ini adalah jelang pesta demokrasi Pileg, Pilpres dan Pilkada, maka Pj Bupati harus orang yang memang mamahami dinamika yang ada di sini," tuturnya.

Berita Terkait : Pakar Hukum Administrasi Negara: Kemendagri Harus Segera Tetapkan Kepala Daerah Definitif

Dia berharap, sebelum mengambil keputusan, Tito lebih dulu menyerap aspirasi masyarakat untuk menjaring siapa saja tokoh yang pantas diangkat sebagai Pj Bupati.

"Ada orang-orang terbaik yang merupakan anak kandung Kabupaten Maybrat, yang memahami secara langsung kondisi wilayah, cakap, pengalaman birokrasi juga mumpuni, tinggal bersama masyarakat, bahkan benar-benar tahu jatuh bangunnya Kabupaten Maybrat sejak pemekaran. Berilah kepada mereka kesempatan tersebut," tandasnya.

Diketahui Bupati Maybrat akan habis masa jabatannya pada tanggal 22 Agustus 2022 dan saat ini Pemerintah Pusat sedang menggodok nama yang akan ditunjuk sebagai Pj Bupati untuk masa bakti 2022-2024. ■