Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Soal Kader KIM Merapat Ke PAKAR
Politisi Senior NasDem Minta Suswono Tak Reaksioner
Jumat, 1 November 2024 20:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Politisi Partai NasDem Bestari Barus meminta Calon Wakil Gubernur nomor urut 1 Suswono, tidak terlalu campur urusan partai lain.
Sebelumnya Suswono menyinggung masalah etika soal tujuh politisi partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus yang mendukung pasangan Pramono-Rano.
"Dia kan Cawagub ngapain ngurusin partai lain harus bagaimana-bagaimana," kata Bestari, Jumat (1/11/2024).
Bestari heran pernyataan Suswono yang seolah-olah partai KIM harus mengikuti langkah PKS memberikan sanksi kepada politikus yang mendukung pasangan Pramono-Rano. Menurut dia, setiap partai memiliki mekanisme masing-masing dalam menyikapi suatu peristiwa.
Baca juga : Soal Tawaran Menteri, Sekjen Hasto: Kabinet Adalah Hak Prerogatif Presiden
"Saya tersinggung partai saya ikut terseret, seolah-olah harus mengikuti apa yang dilakukan PKS," katanya.
Bestari menyarankan, Suswono lebih memikirkan pencalonannya sebagai Cawagub, ketimbang mengurusi partai lain.
Suswono sebaiknya mengurusi materi, jadwal, dan strategi kampanye agar tidak melakukan blunder atau kesalahan yang dapat mengurangi keterpilihan.
"Misalnya jangan lagi menyampaikan narasi yang menyakiti umat sampai harus mengklarifikasi, sampai harus minta maaf. Jangan malah ngurusin partai lain," pesannya.
Baca juga : Petani Se-Indonesia Minta Sudaryono Maju Pilgub Jateng
Adanya politisi KIM yang memberikan dukungan kepada pasangan Pramono-Rano (PAKAR) kata Bestari, menjadi pertanyaan, apakah Suswono dalam pencalonannya menjadi Cawagub DKI melakukan komunikasi yang baik dengan para politisi partai pendukungnya atau sebaliknya.
Suswono yang telah diberikan rekomendasi oleh partai seharusnya merangkul banyak pihak untuk memberikan dukungan.
"Kalau ada yang seperti ini ya jangan langsung reaksioner menegur partai politik. Nggak usah panikan," katanya.
Bestari menduga, pernyataan Suswono tersebut keluar karena panik. Karena bagaimanapun dukungan tujuh politisi partai KIM, meski sedikit, akan berpengaruh terhadap dukungan masyarakat.
Baca juga : AHY Siapkan Nama, Relawan Minta Jasanya Tidak Dilupain
"Pasti berpengaruh apalagi sempat salah ngomong, ramai di medsos, sehingga muncul kepanikan.Tapi harus terkendali, jangan justru membuat statement yang menjadi gaduh," imbaunya lagi.
Sebelumnya Pramono Anung menerima silaturahmi tujuh politisi yang tergabung dalam KIM Plus. Pertemuan itu dilakukan tertutup di kediaman Pramono Anung di Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (31/10/2024).
Tujuh politisi itu menyatakan dukungan langsung untuk paslon Pramono Anung-Rano Karno. Tujuh politisi itu, yaitu Muhammad Ishaq (PPP), H.M Nafiudin (Partai NasDem), Ahmad Faisal (PSI), Firman Abdul Hakim (PPP), Riko (PAN), Ahmad Syukri (PKB), dan Redim Okto Fudin (PKB).
Suswono pun menyatakan kekecewaannya. Ia mengatakan ketujuh politisi tersebut seharusnya tunduk pada kebijakan partai. Suswono mengatakan, jika politisi PKS yang melakukan itu, maka akan diberikan sanksi tegas karena telah melanggar etika.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya