Dark/Light Mode

Pemilihan Wali Kota Depok

Ketua Kadin DKI Tersingkir, Demokrat Usung Idris-Imam

Jumat, 7 Agustus 2020 07:01 WIB
Pemilihan Wali Kota Depok Ketua Kadin DKI Tersingkir, Demokrat Usung Idris-Imam

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Demokrat sepakat mengusung paslon petahana Mohammad Idris-Imam Budi Hartono di Pilkada Kota Depok 2020. Itu artinya, Ketua Kadin DKI Jakarta Diana Dewi tersingkir. Tak bisa duet dengan petahana.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Depok, Edi Sitorus mengatakan, sesuai hasil rapat DPC Demokrat Kota Depok, petahana Wali Kota Depok, Mohammad Idris disepakati diduetkan dengan kader PKS Imam Budi Hartono. 

Idris sebelumnya akan diusung koalisi Tertata Adil dan Makmur yang terdiri dari Demokrat, PPP, PAN dan PKS. 

Edi mengatakan, paket IdrisImam segera disampaikan ke DPP Demokrat. Diharapkan rekomendasi bisa segera turun. “Kami di DPC sudah rapat, kemudian kami sampaikan surat ke DPD untuk diteruskan ke DPP dengan usungan DPC Demokrat Kota Depok. Yakni, pasangan Idris-Imam,” ujarnya, kemarin. 

Edi optimistis paket IdrisImam bisa disetujui DPP. Pasalnya, kedua nama cukup mewakili suara bawah. 

Berita Terkait : Ciut Dengan Gerindra-PDIP, PKS Mau Dukung Petahana

Terkait nama Diana Dewi yang sempat santer jadi pendamping petahana, Edi mengakui Ketua Kadin DKI Jakarta itu sempat masuk bursa pendamping Idris. 

Tapi politik itu dinamis, dalam rapat DPC yang muncul adalah Imam Budi Hartono. 

“Bu Dewi itu orang baik. Tapi, karena kesepakatan dan kita lihat juga berbagai sisi, maka pilihan jatuh ke Pak Imam,” jelannya. 
Sekalipun nama Dewi gugur dalam rapat DPC Demokrat, Edi menyebut pengalaman Ketua Kadin DKI itu masih dibutuhkan. ‘Srikandi Depok’ itu dianggap sangat cocok menjadi tim sukses Idris-Imam, khusunya mencari ide untuk memajukan UMKM setempat. 

“Dia (Dewi) kan orang Depok, nantinya bisa berkiprah untuk memajukan UMKM di Kota Depok,” ujarnya. 

Sementara, balon Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono mengatakan, di internal PKS nama pendamping petahana sudah mengkerucut kepada dirinya. Imam meyakini, dalam waktu dekat rekomendasi pasangan Idris-Imam segera ke luar. Sehingga dirinya sudah bisa melakukan deklarasi. 

Baca Juga : Angkutan Umum Belum Aman Dari Virus Corona

“Mohon doanya agar selesai dalam waktu dekat, lebih cepat lebih bagus. Minggu ini proses di tingkat pusat, mudah-mudahan dua pekan lagi kami bisa deklarasi,” ujarnya. 

Diketahui, Ketua Kadin DKI Diana Dewi sempat meramaikan bursa Pilkada Kota Depok. Dia digadang-gadang bakal diusung Koalisi Tertata Adil Sejahtera untuk menemani petahana Wali Kota Idris. 

Dewi terpilih Ketua Kadin DKI Jakarta untuk masa bakti 2019-2024. Dia dipilih dalam Musyawarah Provinsi Kadin Xlll tahun 2019 yang digelar di Hotel Sultan Jakarta, Agustus 2019. 

Di awal 2020, nama Dewi kian wangi setelah dia berani mengeluarkan uang hingga Rp 6 miliar untuk membantu penanggulangan Covid-19 di Kota Depok, Kota Bekasi dan DKI Jakarta. 

Melambungnya nama Dewi akhirnya menarik minat partai. Di dunia politik, Dewi pertama kali disebut sebagai calon kuat Wakil Wali Kota Depok. 

Baca Juga : Pak Anies, Tolong Batalin Penerapan Ganjil Genap!

Dia diplot oleh Koalisi Tertata (Demokrat, PAN dan PPP) pada Juni lalu. Kemudian disodorkan ke PKS pasca partai besutan Sohibul Uman itu bergabung dalam ‘Koalisi Tertata’. Bergabungnya PKS dalam Koalisi Tertata berubah jadi “Koalisi Tertata Adil Sejahtera.” 

Dewi mengamini sudah ditawarkan jadi bacalon Wakil Wali Kota Depok. Bahkan, secara non-formal, dirinya sempat bertemu Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri. 

Saat itu, dirinya ditanya apakah bersedia diplot sebagai balon Wakil Wali Kota Depok. [SSL]